Home Top Ad

Responsive Ads Here

Masih ingat dengan  sekantong penuh bola-bola kecil  yang kami beli beberapa hari yang lalu? Hari ini kami siap mengeksekusi bola...


Masih ingat dengan sekantong penuh bola-bola kecil yang kami beli beberapa hari yang lalu?

Hari ini kami siap mengeksekusi bola-bola tersebut. Pas sekali, akhir pekan saatnya Ayah pulang, jadi permainan hari ini dibantu oleh beliau.

Ada dua jenis permainan yang kami lakukan hari ini. Pertama, mengelompokkan warna dan kedua, menghitung bola.

  • Mengelompokkan Warna
Bola-bola yang Fatha miliki total terdiri dari lima warna. Setelah diingat-ingat, Ibu punya tiga buah keranjang kecil berwarna biru, pink fanta, dan hijau yang cocok dengan tiga dari lima warna bola tersebut. Jadi permainan pertama ini menggunakan tiga warna bola saja.

Ibu dan Ayah mempersiapkan permainan dengan memilah tiga warna tersebut dan memisahkan dari dua warna kuning dan jingga yang tidak terpakai.



Tugas Fatha kemudian memindahkan bola-bola ke dalam keranjang sesuai dengan warnanya, sambil menyebutkan warna apa. Bola berwarna hijau nantinya akan berkelompok dengan bola berwarna sama di dalam keranjang berwarna hijau dan seterusnya. Fatha masih membutuhkan bantuan memilah warna-warna tersebut.

  • Menghitung Bola
Permainan yang kedua, Fatha bertugas menghitung jumlah bola sambil memindahkan satu per satu bola ke dalam keranjang lainnya.



Kami menyebut angka bersama-sama. Meskipun Fatha masih belajar berhitung satu sampai sepuluh, kami semua menikmati prosesnya :)

#Harike8
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


Bulan Februari adalah bulan vitamin A. Ibu bersemangat mengajak Fatha pergi ke posyandu karena selain mendapatkan jatah vitamin A, jarang-j...

Bulan Februari adalah bulan vitamin A. Ibu bersemangat mengajak Fatha pergi ke posyandu karena selain mendapatkan jatah vitamin A, jarang-jarang posyandu dilaksanakan pada hari libur. Kesempatan untuk Ibu dapat mengantarkan Fatha ke sana.

Pagi-pagi sekali kami sudah bersiap-siap. Fatha sudah dipastikan sarapan dengan kenyang. Buku KIA pun disiapkan. Bahkan Ibu dan Uti sudah melakukan sounding pada Fatha bahwa ia akan diberikan kapsul vitamin A. Bahkan kami sudah melakukan simulasi bagaimana kapsul digunting dan diteteskan ke dalam mulut Fatha. Ibu juga menjelaskan pada Fatha bagaimana ia nanti diukur tinggi dan ditimbang berat badannya.

Kami pun bergegas menuju posyandu. Sesampainya di sana,

Taraaa...

Posyandu ternyata sudah ramai sekali. Kakak-kakak berseragam PAUD telah mengantri. Ibu menyerahkan buku KIA pada petugas. Fatha pun menunggu dipanggil namanya.


Pertama, Fatha ditimbang berat badannya. Tidak seperti biasanya, ia bersedia dipakaikan "gendongan" dan dinaikkan ke atas dacin. Ibu sampai terpesona karena Fatha menurut saja. Bahkan setelahnya, ia minta ditimbang dengan menggunakan timbangan badan orang dewasa :)


Selanjutnya, Fatha diukur tinggi badannya. Karena sudah terbiasa diukur tinggi badannya di rumah dengan menggunakan meteran kain, dengan pedenya Fatha menempelkan tubuhnya di dinding menunggu ibu menarik mistar hingga ke ujung kepalanya. Ia juga mau-mau saja saat diukur tinggi badannya dalam posisi berbaring. Masya Allah, Ibu sampai terharu. Sebab biasanya saat bersama Uti, Fatha akan mencari cara untuk menghindar. Hehehe..


Terakhir, petugas memberikan kapsul vitamin A untuk Fatha. Awalnya beliau sudah menyiapkan kapsul dalam sebuat plastik klip untuk dibawa pulang. Dengan pedenya Ibu meminta untuk diminumkan saja di tempat. Ibu percaya bahwa Fatha bersedia meminumnya tanpa rewel.

Benar saja, Fatha membuka mulutnya, "minum vitamin A", ujarnya.

Alhamdulillah, Ibu bahagia Fatha kooperatif sekali ^^


Sebenarnya sepanjang kegiatan posyandu, Ibu mencari-cari momen belajar matematika bersama Fatha. Rupanya kesempatan belum datang. Akhirnya kami pulang setelah mendapatkan pemberian makanan tambahan alias PMT berupa bubur kacang hijau.

Kesempatan justru datang saat di rumah secara tak sengaja Fatha menumpahkan cotton buds dari kemasannya. Ibu meminta Fatha membereskan sambil menghitung satu per satu jumlahnya.


Meski belum lancar berhitung satu hingga sepuluh, Ibu bahagia karena Fatha sudah mau mencoba. Terima kasih atas usahanya ya Nak :D

#Harike7
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


Semenyenangkan apa pun perjalanan, bagian yang paling ditunggu-ditunggu adalah pulang. Kembali berkumpul bersama keluarga. Nah, kemarin ...

Semenyenangkan apa pun perjalanan, bagian yang paling ditunggu-ditunggu adalah pulang. Kembali berkumpul bersama keluarga. Nah, kemarin setelah selama tiga hari bertugas di luar kota, Ibu cepat-cepat pulang ke rumah untuk bertemu Fatha.

Ternyata Fatha sedang bermain di tempat YangYut. Kesempatan buat Ibu bebersih badan, kemudian menjemput Fatha untuk diajak jalan-jalan :)

Fatha menyambut Ibu dengan pelukan dan langsung minta digendong. Duh, kangennya ya Nak. Hehehe

Kami berdua pun segera bersiap-siap berangkat jalan-jalan. Ibu membawa gendongan SSC, berjaga-jaga jika nanti di tengah jalan Fatha minta digendong.

Rute jalan-jalan kami tidak terlalu jauh. Menyusuri trotoar untuk makan siang dengan menu kesukaan Fatha: creamy sauce fetuccini di lokasi yang berjarak kurang dari 1 km. Kami tiba di resto tersebut bertepatan dengan acara anak-anak belajar membuat pizza. Jadi bisa dibayangkan betapa heboh dan bahagianya Fatha melihat banyak "teman".

Perjalanan pulang menuju rumah, kami menyempatkan mampir ke toko mainan. Tujuan utamanya adalah membeli sekantong bola-bola kecil untuk Fatha belajar mengenal konsep angka dan bilangan. Tapi, mata Fatha sempat teralihkan oleh boneka Tayo. Sebenarnya bukan tokoh Tayo sih, melainkan kawan-kawan Tayo yang sayangnya Ibu pun tak hafal namanya. Kami menyebutnya "Tayo Merah" dan "Tayo Hijau".
Mohon dimaafkan^^



Ibu mengajak Fatha menyebutkan warna boneka-boneka tersebut. Masih terbalik-balik memang, mana yang merah dan mana yang hijau. Pada akhirnya Fatha berhasil menebak warna dengan tepat. Yeaaaay!

Kami juga menghitung satu per satu boneka Tayo. "Satu, dua, tiga".

Perjalanan pulang, di tepi trotoar kami menemukan deretan panjang tempat sampah berwarna-warni. Satu kesempatan lagi untuk belajar menghitung jumlah. "Satu, dua, tiga"
Sekaligus mengenal tiga dari tujuh warna pelangi "merah kuning hijau".



Alhamdulillah hujan turun hanya berselang beberapa menit setelah kami tiba di rumah. Kami berdua menikmati jalan-jalan hari ini, terlebih setelah mendapatkan sekantong penuh bola-bola kecil :)



#Harike6
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic red


Akhir-akhir ini, tidak setiap malam Fatha bisa tidur bersama Ibu. Di saat-saat Ibu harus ke luar kota, Uti akan mengambil alih. Seperti kem...


Akhir-akhir ini, tidak setiap malam Fatha bisa tidur bersama Ibu. Di saat-saat Ibu harus ke luar kota, Uti akan mengambil alih. Seperti kemarin, saat berpamitan pada Fatha, Ibu menjelaskan padanya bahwa selama 2 malam ia akan tidur bersama Uti.

Paginya Uti berkisah bahwa setelah bangun tidur, Fatha masih malu-malu berpose. Uti berencana mengirim foto Fatha kepada Ibu.



Ibu juga bercerita bahwa Fatha masih senang bermain dengan penjepit kertasnya. Update terakhir, sudah ada 6 dari 18 buah penjepit yang hilang dan patah. Fatha memainkannya sambil belajar berhitung. Ia juga belajar menyebutkan warna-warnanya. Sampai saat ini, warna hijau yang sudah dikenal Fatha dengan baik.

Sayangnya Uti tak sempat mengambil foto Fatha saat bermain warna dan angka.


#Harike5
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic red

Hari keempat tantangan, Ibu Fatha berpamitan untuk berangkat kerja ke luar kota. Beberapa hari sebelumnya Ibu sudah sounding  akan meningga...

Hari keempat tantangan, Ibu Fatha berpamitan untuk berangkat kerja ke luar kota. Beberapa hari sebelumnya Ibu sudah sounding akan meninggalkan Fatha selama beberapa saat.

"Ibu berangkat kerja di luar kota ya Nak. InsyaAllah 2 malam kakak bobok dengan Uti. Malam nanti dan besoknya," saya menjelaskan.

Fatha merespon dengan wajah jenakanya,

"Kakak nangis, Bu Ita. Nangis."

"Oh, maksudnya Kakak sedih? Nanti kalau kangen Ibu, bilang sama Uti ya Nak, kita video call," Ibu membujuk.

Senangnya, Fatha sudah bisa mengekspresikan perasaannya, alhamdulillah :)

Nah, sebelum bersiap-siap berangkat, Ibu dan Fatha masih sempat bermain dengan penjepit kertas berwarna yang malam sebelumnya dibuat.
Aturan main dijelaskan Ibu, Fatha akan memasang kembali penjepit warna pada bagian kertas berwarna sama. Rupanya Fatha masih belajar cara merenggangkan penjepit hingga bisa dikaitkan pada bidang berwarna.

Akhirnya Fatha memodifikasi sendiri permainannya, yaitu melepas penjepit sembari berhitung bersama Ibu.



Setelah dua kali putaran, perhatian Fatha kemudian beralih pada spidol warna. Ia sudah berhasil membuka kotaknya, kemudian mengambil salah satu spidol dan berencana mencorat-coret buku gambar alias "menulis" (kata Fatha).




Ibu mengajaknya berhitung dengan dua belas batang spidol berwarna-warni. Selanjutnya, Fatha bebas menggambar dan mewarnai :)

#Harike4
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Stimulasi kecerdasan logis-matematika ada beragam bentuknya. Setelah mencoba permainan mencocokkan bentuk, hari ketiga Ibu mengajak Fatha m...

Stimulasi kecerdasan logis-matematika ada beragam bentuknya. Setelah mencoba permainan mencocokkan bentuk, hari ketiga Ibu mengajak Fatha membuat permainan dari penjepit kertas. Permainan ini diharapkan menjadi media belajar warna bagi Fatha. Kemampuan lain yang diharapkan bisa distimulasi adalah motorik halusnya untuk menggenggam dan menjepit kertas dengan menggunakan penjepit.

Penjepit kertas yang kami miliki terbuat dari kayu dan berwarna seragam, warna khas dasar kayu. Langkah pertama yang kami kerjakan adalah memulas warna pada penjepit dengan spidol.



Fatha sangat bersemangat mewarnai. Sepertinya saat ini Fatha sedang menyukai berbagai aktivitas "menulis" baik dengan pensil, bolpoin, maupun spidol. Cukup lama Fatha berkonsentrasi pada spidol dan penjepit kertasnya, sampai akhirnya ia mengantuk dan mengajak tidur.

Paginya, ibu membantu menyelesaikan menempel kertas warna pada karton bekas kalender sebagai media untuk meletakkan penjepit kertas dengan warna yang sama.


Rencananya permainan ini akan dieksekusi oleh Fatha dibantu Uti karena Ibu akan bekerja di luar kota selama 3 hari.

Catatan tambahan:

Fatha sudah tertarik membongkar puzzlenya, namun belum mau menyusunnya kembali. Hari-hari berikutnya kita coba lagi ya Nak :)



#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Melanjutkan proyek hari pertama , pagi ini Fatha mengerjakan "PR" matematika dari Bu Guru. Ia terlihat menikmati permainan mencoc...

Melanjutkan proyek hari pertama, pagi ini Fatha mengerjakan "PR" matematika dari Bu Guru. Ia terlihat menikmati permainan mencocokkan bentuk yang sudah dibuat hari kemarin. Sesuai perkiraan, Fatha bisa benar-benar fokus menjalankan arahan aturan mainnya selama kurang lebih dua menit. Ia sudah berhasil mencocokkan 3 dari 4 bentuk yang tersedia, yaitu bangun lingkaran, setengah lingkaran, dan segitiga. Yeay!


Lepas dua menit, Fatha sudah menemukan permainan yang lebih mengasyikkan menurutnya, yaitu mencorat-coret buku gambar.


Aktivitas mencocokkan bentuk dengan empat buah bangun geometri, done!

Malam harinya sepulang kantor, Ibu mengajak Fatha untuk membuat dan menjalankan family project bersama. Kali ini temanya adalah membuat permainan logika. 

Beberapa minggu terakhir, Ibu tertarik untuk mengajak Fatha merangkai puzzle bersama. Sayangnya puzzle yang sering ditemukan Ibu di pasaran adalah puzzle dengan jumlah keping yang banyak. Padahal untuk pemula seperti Fatha, ia akan membutuhkan jenis puzzle sederhana, sekitar 6-9 keping saja. Memesan secara online membutuhkan waktu pengiriman selama beberapa hari, jadi hari ini Ibu putuskan membuat sendiri puzzlenya.

Nah, akhir-akhir ini Fatha sedang sedang sekali diputarkan lagu "Hey Tayo". Ia bahkan sudah mampu menirukan beberapa lirik lagunya. Ibu kemudian memilih gambar Tayo, Bis Kecil Ramah, sebagai objek puzzle yang akan kami kerjakan.

Ibu bertugas mencari gambar Tayo di internet dengan bentuk yang paling sederhana. Ibu juga sekalian mencetak gambarnya di atas kertas HVS 100 gram. Sebagai alas puzzle, kami menggunakan kardus bekas air mineral. Ibu menghitung dan mengukur pola kepingan puzzle. Saat mulai merancang garis pola pada kardus dan kertas gambar, Fatha turut membantu. Ia bahkan berinisiatif membuat sendiri garis pola sesuai keinginannya. Hehehe..

Setelah keping-keping puzzle mulai dipotong, Fatha makin bersemangat membantu. Ia menggunakan sendiri gunting plastik miliknya. Tak lama setelah kertas gambar Tayo ditempelkan pada dasar kertas kardus, puzzle sudah siap dimainkan.

Oh iya, Fatha mengajak Ibu bercerita tentang Tayo selama kami merancang dan mengeksekusi pembuatan puzzle ini. Ia juga menyanyikan lagu "Hey Tayo" sepanjang kegiatan kami tadi malam.



Horeee...!

Puzzle sudah siap dimainkan. Mohon diabaikan bentuknya yang kurang rapi. Cukup fokus pada keping-kepingannya yang sudah berhasil dibongkar pasang :)



Tugas Fatha berikutnya adalah menguji coba permainan puzzle yang sudah berhasil kami buat ini. Permainan sebenarnya akan dilakukan esok hari. Semoga kembali menyenangkan seperti hari ini ya, Nak..

Catatan hari kedua:

Fatha terlihat sangat menikmati permainan hari ini. Termasuk proyek membuat puzzle. Ibu mengamati saat menjelang tidur, ia masih asyik bercerita dan bernyanyi. Ia masih menyebut-nyebut Tayo hingga di atas tempat tidur. Fatha bahkan akhirnya terlelap tanpa mencari nenen-nya. Ibu terharu ^^


#Harike2
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic