Bagi teman-teman yang berminat mengikuti kulwap Teh @annisast dan Mbak @winditeguh seperti di atas, bisa mendaftar melalui tautan berikut. Biaya investasi tidak terlalu mahal, sangat layak untuk diikuti :)
Search This Blog
Showing posts with label jurnalminggu1. Show all posts
Perencanaan itu seperti magnet. Hal-hal apa saja yang kita impikan akan lakukan, kadang Allah memudahkan kita untuk mewujudkannya. Contohny...
Mengelola Keuangan Keluarga: Sebuah Kulwap bersama @annisast dan @winditeguh
Perencanaan itu seperti magnet. Hal-hal apa saja yang kita impikan akan lakukan, kadang Allah memudahkan kita untuk mewujudkannya. Contohnya seperti yang saya alami pekan lalu. Tak lama berselang setelah peta belajar selesai dibuat, muncul pesan WA di ponsel saya. Isinya adalah undangan dari admin Kuliah Whatsapp mengenai Pengelolaan Keuangan Keluarga dengan narasumber Annisa Steviani dan Windi Widiastuty. Sebelumnya saya mendapatkan informasi kulwap tersebut melalui akun instagram beliau berdua.
Alhamdulillah, betapa Allah telah mempermudah semuanya..
Jadi inilah potluck yang sudah saya dapatkan melalui kulwap tersebut.
Jika dikaji kembali, tema Manajemen Keuangan Keluarga merupakan salah satu topik yang saya putuskan harus segera dipelajari. Berikut gambarannya
Bagi teman-teman yang berminat mengikuti kulwap Teh @annisast dan Mbak @winditeguh seperti di atas, bisa mendaftar melalui tautan berikut. Biaya investasi tidak terlalu mahal, sangat layak untuk diikuti :)
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Alhamdulillah, akhirnya kami mahasiswi batch #4 berhasil menyelesaikan 12 tantangan program Bunda Sayang IIP beberapa saat yang lalu. Bahag...
Beraktivitas dengan Bahagia: Menemukan Telur Hijau
Alhamdulillah, akhirnya kami mahasiswi batch #4 berhasil menyelesaikan 12 tantangan program Bunda Sayang IIP beberapa saat yang lalu. Bahagia tentu saja, karena banyak ilmu dan pengalaman baru didapatkan. Mengikuti program Bunsay juga membukakan mata saya, bahwa membersamai anak tidak serumit yang sering saya baca melalui buku-buku atau akun medsos parenting.
Nah, bulan ini, kami mendapat kejutan menyenangkan. Akhirnya kelas Bunda Cekatan atau Buncek, lanjutan program Bunsay sudah resmi diadakan. Bersama ribuan lulusan Bunsay dari 5 batch, kami pun memulai kelas BunCek batch #1 melalui platform Facebook.
Bukan IIP namanya, jika tidak ada kejutan-kejutan di dalamnya. Ibu Septi sendiri bahkan memberikan kuliah pembuka mengenai pengantar Bunda Cekatan. Sistem belajar di program ini diumpamakan sebagai porses metamorfosis kupu-kupu: mulai dari telur, ulat, kepompong, hingga kupu-kupu. Kelas pertama yang kami hadapi selama sebulan pertama ini adalah kelas telur-telur.
Oh iya, karena tagline porgram BunCek Batch #1 ini adalah "Merdeka Belajar", maka kebebasan diberikan pada mahasiswa untuk mencari sendiri cara belajarnya. Mengadaptasi cara belajar anak yang identik dengan empat (4) hal, yaitu: dongeng, main, hadiah, dan kejutan, maka tiap-tiap sesi perkuliahan akan melibatkan keempat hal tersebut. Duh, rasanya sudah tak sabar ingin memulai ya..
Tantangan minggu pertama ini, kami diminta mengidentifikasi aktivitas yang menjadi potensi kekuatan masing-masing. Dengan menggunakan sistem 4 kuadran, saya berhasil menentukan kegiatan yang saya sukai dan mampu dilakukan sebagai berikut.
Setelah saya buka-buka kembali catatan lama, ternyata aktivitas ini tidak jauh berbeda dari kekuatan yang pernah saya temukan melalui ST30. Kegiatan-kegiatan ini pun ternyata membuat mata berbinar dan hati bahagia, terutama saat menggunakannya untuk membersamai Si Kecil.
Dari kegiatan yang sudah teridentifikasi tersebut, saya memilih lima kegiatan sebagai potensi kekuatan saya yang dituangkan dalam lima butir telur hijau, yaitu:
Jadi tak sabar menunggu kelanjutan nasib kelima butir telur ini. Kira-kira tugas apa yang akan kami kerjakan selanjutnya? :D
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Subscribe to:
Posts (Atom)





Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances