Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Showing posts with label Semua anak adalah bintang. Show all posts

"Halo-halo Bandung.. Ayo Ibu nyanyi," Fatha menarik tangan saya suatu siang. Ia menggenggam ujung selimut dan dan mengarahkan...


"Halo-halo Bandung.. Ayo Ibu nyanyi," Fatha menarik tangan saya suatu siang. Ia menggenggam ujung selimut dan dan mengarahkannya ke mulut saya. Spontan, saya ikut menyanyi seakan-akan di hadapan mikrofon, menirukan kata-kata dan gayanya.

Fatha berusia 22 bulan saat ini. Ia sedang gemar bernyanyi. Belasan lagu anak, perjuangan, dan lagu-lagu earworm macam "Sayur Kol" sering terdengar mengalun dari bibirnya. Tak jarang, di tengah aktivitas bermain, ia mendendangkan potongan-potongan lirik tersebut.

Berbekal materi Bunsay Level 7, saya makin peka terhadap tingkah lakunya. Hal-hal kecil yang ia gemari tercatat dalam portofolio-nya. Termasuk kegemarannya saat ini, gerak dan lagu.

Mengikuti ke mana minat si kecil menjadi salah satu strategi pembelajaran yang kami lakukan. Seperti filosofi "membuat atau meninggikan gunung, bukan meratakan lembah", orang tua harus belajar tanggap terhadap tanda-tanda yang diberikan oleh buah hati tercinta.

Saat ini pendekatan melalui musik atau suara serta permainan yang melibatkan banyak gerakan sangat efektif untuk Fatha belajar. Ia mampu menguasai banyak hal mulai dari kemandirian hingga fitrah spiritual melalui berbagai hal yang menyenangkan menurutnya.

Mengamati gerakan sholat berjamaah para bapak, misalnya. Dengan senang hati Fatha akan menirukan. Atau mengenal bacaan-bacaan surat pendek sehingga ia familiar.

Memperkenalkan dengan banyak aktivitas juga merupakan salah satu strategi untuk mengenali minat dan bakat Si Kecil. Semakin dini terdeteksi, maka peluang untuk mengembangkan minat dan bakat tersebut akan semakin besar. Walau tak jarang pada usia yang lebih besar, anak akan menunjukkan perubahan minat.

Yang jelas hingga level 7 ini baik Fatha, Ibu, maupun Ayah masih sama-sama menikmati tantangan demi tantangannya. Semakin banyak kegiatan spontan maupun proyek keluarga yang dilakukan, maka kedekatan kami pun terasa makin kuat.

Terima kasih, Ibu Profesional..

#AliranRasa
#Level7
#Bunsay4

Hari Jumat ini merupakan hari yang istimewa untuk Fatha. Ayah berjanji akan mengajaknya sholat Jumat di masjid dekat rumah. Sejak malam seb...

Hari Jumat ini merupakan hari yang istimewa untuk Fatha. Ayah berjanji akan mengajaknya sholat Jumat di masjid dekat rumah. Sejak malam sebelumnya, Ayah dan Ibu sudah melakukan sounding, menyampaikan padanya hal-hal penting yang harus dilakukan.

"Kakak besok sholat di samping Ayah ya. Shalat yang khusyuk, tidak lari-lari di dalam masjid," Ayah berpesan.

Saat menjelang azan dhuhur, Fatha sudah selesai wudhu dan berpakaian rapi. Ia bahkan sudah meminta sajadahnya disampirkan pada pundaknya.

Ayah bercerita sepulang dari masjid. Fatha sangat kooperatif saat ibadah, alhamdulillah. Ia sempat bertemu kawan-kawan tetangga dan saling menyapa.

Yang membuat terharu, Fatha menaati pesan Ayah untuk tetap tenang saat khotbah dan sholat Jumat. Ia mengamati sekelilingnya dengan baik.


Menurut pendidikan berbasis fitrah, anak usia 2-7 tahun memang perlu didekatkan dengan kedua orang tuanya. Ia perlu menghayati peran ayah dan ibu dalam kehidupannya. 

Kewajiban lelaki untuk sholat berjamaah di masjid adalah salah satu contohnya. Ayah sebagai role model perlu dihadirkan agar Fatha paham bahwa ini lho salah satu hal yang membedakan lelaki dan perempuan. Ibu boleh sholat di rumah, dan wajib menutup seluruh auratnya, antara lain dengan cara mengenakan mukena. Sedangkan Ayah sebagai laki-laki cukup menutup aurat dengan celana panjang atau kain sarung.

Semoga kamu selalu jadi anak shalih ya Nak :)

#Harike16
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Belajar fisika sederhana dalam kehidupan sehari-hari sudah mulai dilakukan Fatha. Eits, tak perlu berpikir rumit, Hukum Boyle yang membahas...

Belajar fisika sederhana dalam kehidupan sehari-hari sudah mulai dilakukan Fatha. Eits, tak perlu berpikir rumit, Hukum Boyle yang membahas hubungan tekanan dan volume dipelajari melalui prinsip pompa sepeda.

Cerita berawal dari rencana Om Adhit yang akan berolahraga sebelum berangkat menuju tempat pemungutan suara. Sepeda merah kesayangannya sudah dikeluarkan dari garasi dan dilap hingga mengkilap. Rupanya ban belakangnya kempes. Jadilah Om Adhit mengeluarkan pompa dan mulai mengisi ban dengan udara.

Fatha yang mengamati sejak awal mulai penasaran ketika melihat si pompa. Ia mulai bertanya dan meminta ijin pada Om Adhit untuk memegang benda yang baru pertama kali dilihatnya.


Om Adhit menjelaskan dengan praktik langsung. Tuas pengisap ia tarik dan dilepaskan ke arah Fatha. Fatha berteriak kegirangan. Ia pun melakukan hal yang sama dengan bantuan Om Adhit.

Pagi itu Fatha belajar tentang udara yang tak terlihat namun dapat dirasakan melalui kegiatan memompa sepeda. Tentu saja, Fatha terlihat senang mengenali dan melakukan hal baru.

#Harike15
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Beberapa hari terakhir, Ibu dan Uti cukup dipusingkan oleh menurunnya selera makan Fatha. Biasanya ia lahap menghabiskan makanan yang sudah...

Beberapa hari terakhir, Ibu dan Uti cukup dipusingkan oleh menurunnya selera makan Fatha. Biasanya ia lahap menghabiskan makanan yang sudah disiapkan. Ibu sempat suudzon, apakah gigi Fatha ada yang akan tumbuh lagi? Ternyata belum.

Berbarengan dengan Ibu harus pergi keluar kota, jadwal Posyandu tiba. Fatha berangkat bersama Uti dengan membawa buku KIA. Menu PMT bulan ini cukup spesial, yaitu rice bowl. Nasi chicken katsu dengan saus barbekyu dihidangkan dalam sebuah mangkok kertas.

Tak disangka, Fatha melahap makanannya dengan gembira. Ia duduk di pojokan dan menyantap sendiri rice bowl-nya. Sepertinya memang Fatha sedang bosan makan menu yang itu-itu saja. Hehehe.

Ibu kembali bisa tenang. Apalagi setelah Uti bercerita bahwa hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan menunjukkan peningkatan yang cukup banyak daripada bulan lalu :)


Fatha belajar berlatih mandiri dengan menghabiskan sendiri jatah makannya. Ia juga sudah belajar mengatasi ketidaknyamanannya berada di lingkungan dengan banyak orang. Meskipun saat ditimbang ia sempat menangis dan meminta "sama Ibu aja", tapi hal itu tak berlangsung lama.

Tumbuh sehat dan tetap bahagia ya Nak 😘

#Harike14
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Hari ini Ibu pulang dari trip singkat ke luar kota. Seperti biasa, oleh-oleh yang dibawa pulang adalah satu eksemplar majalah. Fatha te...

Hari ini Ibu pulang dari trip singkat ke luar kota. Seperti biasa, oleh-oleh yang dibawa pulang adalah satu eksemplar majalah.

Fatha tertarik membolak-balik halaman majalah tersebut. Ia menunjuk banyak objek menarik baik yang sudah dikenalnya maupun yang baru saja ia lihat. Ada gajah, jam tangan, opor dan gudeg, minion, hingga boneka Matryoshka dari Rusia.

Ibu bercerita bahwa sebelum Fatha lahir, Ayah dan Ibu pernah berfoto bersama para minion. Ibu sampai membukakan halaman album foto untuk menunjukkan buktinya. Hehehe..

Semoga suatu saat Fatha berkesempatan melihat secara langsung objek-objek khas dari pulau atau negara lain. Aamiin..


Bagian yang diasah kemampuannya pada permainan hari ini adalah ranah intrapersonal dan interpersonal. Interaksi dengan ibu melalui percakapan mengenai isi reportase menyentuh ranah interpersonalnya. Sedangkan kegiatan menyanyi dengan menggunakan ujung selimut (yang Fatha imajinasikan sebagai mikrofon) merupakan bagian ranah intrapersonalnya. 

#Harike13
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Akhir-akhir ini Fatha menunjukkan ide kreatifnya dalam beralasan ketika diminta mandi. Ia akan mencari beragam cara menghindar bila sudah ...

Akhir-akhir ini Fatha menunjukkan ide kreatifnya dalam beralasan ketika diminta mandi. Ia akan mencari beragam cara menghindar bila sudah tiba waktunya membersihkan tubuh. Kami pun tak mau kalah darinya. Kalimat kunci "ayo bermain air" menjadi senjata andalan untuk membujuk Fatha.

Kemarin pagi, Fatha semangat menuju kamar mandi saat Ibu berjanji akan mengajaknya bermain air dalam botol. Ia menunjukkan keinginan mandi sendiri.

Setelah mengguyur seluruh tubuh dengan air, menggosok tubuhnya dengan sabun, kemudian ia membilasnya kembali dengan air. Terakhir, Fatha minta waktu untik menceburkan diri dan berendam dalam ember berisi air hangat.

Saat berendam inilah, tangan-tangan mungilnya mulai mengambil satu persatu botol ASI perah Ibu yang akan dicuci. Ia mengisinya penuh dengan air dan memindahkannya ke dalam ember.

Ibu melihatnya sebagai kesempatan untuk "bermain sulap". Botol yang penuh berisi air akan tenggelam saat dimasukkan ke dalam ember berisi air. Sebaliknya, saat botol dikosongkan dan dimasukkan ke dalam air, ia akan mengapung.

Kami belajar fisika dasar melalui Hukum Archimedes dengan cara yang menyenangkan. Dengan alat yang seadanya, permainan dijalani Fatha dengan asyik dan serius.


Permainan ini sekaligus bermanfaat untuk mengasah kecerdasan naturalisnya, terutama dalam kemampuan logis matematika saat melihat fenomena alam.


#Harike12
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Building blocks adalah salah satu jenis media permainan favorit Fatha. Ia bisa berimajinasi membentuk semua benda dengan potongan-potongan...

Building blocks adalah salah satu jenis media permainan favorit Fatha. Ia bisa berimajinasi membentuk semua benda dengan potongan-potongan balok berwarna.

Kali ini, tema yang ia pilih adalah bangunan gedung dan mobil. Ia memilih dua keping blok berwarna merah dan biru untuk merepresentasikan warna sirine. Fatha terinspirasi dari suara sirine mobil polisi yang ia dengar malam sebelumnya. 

Oh ya, rumah kami terletak tidak jauh dari kantor polisi. Ada saatnya mobil patroli polisi terlihat dari seberang jalan. Fatha suka mengamati nyala biru lampu sirine. Apalagi jika sudah terdengar suara "nguing nguing", ia bersemangat memberitahu semua orang dan mulai bercerita.


Cukup lama Fatha memasang, membongkar, dan dan kembali memasang balok-balok mainannya. Kecerdasan spasialnya dilatih untuk mengimajinasikan dan merealisasikan bayangannya mengenai sebuah bentuk.

Ibu Fatha tentu saja ikut bermain bersamanya :D

#Harike11
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Konsep pertumbuhan tanaman menjadi salah satu pokok bahasan mata kuliah "struktur dan perkembangan tumbuhan" Ibu dulu. Tak disang...

Konsep pertumbuhan tanaman menjadi salah satu pokok bahasan mata kuliah "struktur dan perkembangan tumbuhan" Ibu dulu. Tak disangka, kali ini ide mengulang praktikum tersebut muncul setelah kami menyantap habis satu buah srikaya.

Banyak biji srikaya yang berhasil dikumpulkan. Daripada terbuang sia-sia, percobaan mengecambahkan biji tersebut kami lakukan. Berbekal sebuah cawan, biji kami "rendam" dalam kapas basah. Setelah ditutup dengan lap, cawan diletakkan dalam tempat yang jauh dari jangkauan sinar matahari.

Rencananya, pengamatan akan kami lakukan beberapa hari lagi. Semoga biji srikaya kami tumbuh sehat.


Selain bereksperimen dengan biji srikaya, pagi harinya Fatha berinisiatif menyiram tanaman di halaman rumah Yangyut. Ia juga mendengarkan penjelasan sederhana tentang proses fotosintesis.

"Tumbuhan butuh air untuk untuk memasak makanannya. Seperti halnya Kak Fatha butuh minum air putih dan nenen buat tumbuh."

Kami belum menjelaskan dengan detail bahwa sinar matahari dan karbondioksida dibutuhkan untuk proses ini. Mungkin di kesempatan berikutnya. Hehehe..

Kedua aktivitas ini membuat Fatha bersinggungan dengan alam, sehingga kecerdasan naturalisnya bisa diasah.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Meskipun demikian, prioritas membersihkan rumah menjadi urutan kesekian setelah fokus utama pada F...

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Meskipun demikian, prioritas membersihkan rumah menjadi urutan kesekian setelah fokus utama pada Fatha.

Mengingat betapa lincahnya ia sekarang, sangat berisiko untuk perhatian terpecah antara mendampingi Fatha bermain dan melakukan pekerjaan lain.

Alhamdulillah semakin besar usianya, Fatha sudah bisa diberi kepercayaan mengerjakan tugas rumah tangga. Awalnya memang ia sedang suka mengimitasi apapun yang dilakukan oleh orang dewasa di sekelilingnya. Lama-kelamaan ia paham ketika sudah mengotori ruangan, maka tanggung jawabnya turut membereskan.

Biasanya ketika ada orang dewasa yang mulai memegang sapu atau pel lantai, Fatha akan ikut mengambil sapu miliknya dan turut membantu membersihkan lantai.

Ada salah satu sapu dengan tangkai patah separuh yang kemudian dimodifikasi menjadi sapu milik Fatha.

Melalui kegiatan menyapu lantai ini, Fatha melatih kecerdasan kinestetiknya. Ia belajar mengerjakan tugas rumah tangga sebagai salah satu kemampuan dasar survival.


#Harike9
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Salah satu kegemaran Fatha saat sedang bermain bersama orang lain adalah bercerita. Jika mendengar berita atau sesuatu yang ia anggap baru,...

Salah satu kegemaran Fatha saat sedang bermain bersama orang lain adalah bercerita. Jika mendengar berita atau sesuatu yang ia anggap baru, semua orang harus tahu. Ia akan mengulang-ulang informasi itu pada orang-orang di sekitarnya.

Misalnya, ketika kemarin sore melihat dua ekor kucing sedang memanjat tembok rumah tetangga, Fatha langsung menyampaikan pada Ibu,

"Bu, ada kucing nangkring," teriaknya.

Ibu mengiyakan sambil ikut menengok ke arah atap rumah tetangga. Rupanya tak puas sampai di situ, saat Uti muncul, Fatha menyampaikan hal yang sama persis. Respon kami adalah tetap menganggap setiap informasi darinya berharga. Jadi kami mengiyakan kata-katanya sambil bertanya, kira-kira apa yang akan dilakukan Si Kucing selanjutnya, ya?

Ah ya, satu lagi kemampuan yang berhasil dikembangkan Fatha adalah melarang Ibu memegang ponsel saat berada di dekatnya. Kemarin, setelah mandi sore, Ibu mengajak Fatha bermain. Ibu senang melihat tingkah laku Fatha yang menggemaskan. Ia menunjukkan pada Ibu gambar berbagai macam kendaraan dan jenis bangunan pada Ibu. Ingin hati Ibu meraih ponsel dan mengabadikan peristiwa itu. Rupanya Fatha menyadari dan langsung berujar,

"Masukkan HPnya, Bu. Masukkan."

Alhamdulillah, Fatha sudah bisa mengekspresikan keinginannya untuk bermain tanpa distraksi bersama Ibu. Setelah meminta maaf, Ibu memasukkan ponsel ke dalam tas dan melanjutkan permainan bersama Fatha.

Alamat makin sulit mendokumentasikan kegiatan Fatha nih. Hehehe..

Selain menceritakan ilustrasi tikar bermain, Fatha juga sudah bisa mendeskripsikan sepakbola berdasarkan foto para pemain sepakbola pada surat kabar. Uti berkisah bahwa setiap pagi, mereka berdua sering berebut koran. Akhirnya Uti memilihkan bagian kabar olahraga untuk diserahkan kepada Fatha agar acara membaca berlangsung damai.


Malamnya, setelah sudah bermain cukup lama dengan satu jenis permainan, Ibu meminta ijin untuk memotret Fatha di atas tikar bermainnya. Fatha mengijinkan. 

Ibu sangat bersyukur karena artinya Fatha sudah mulai memahami waktu berkualitas bersama Ibu. Hal ini yang sering ditekankan Ayah Fatha pada Ibu. Ketika sedang bersama anak, sebisa mungkin tatap matanya sebagai bentuk komunikasi paling efektif. Jangan sampai perhatian teralihkan pada ponsel atau melakukan aktivitas lain yang masih bisa ditunda. Ibu bahagia, Ayah sudah sangat piawai melakukan komunikasi produktif yang kami pelajari bersama di sini.

Kegiatan kami semalam berbonus satu kosakata baru yang Fatha ucapkan dan pahami artinya. Di tengah-tengah ngobrol berdua, Fatha tiba-tiba mengucap,

"Umop."

"Hah, apa itu, Kak? Apa artinya 'umop'?" tanya Ibu penasaran. Fatha terlihat berpikir beberapa saat sebelum akhirnya menjawab,

"Tante Susi, umop. ngiiiiing."

Sontak saya paham dan menimpali,

"Ooh, umub. Airnya umub ya Kak? Airnya mendidih. Air yang dimasak dalam ceret sudah mendidih, lalu ada bunyinya ngiiiing. Betul begitu?"

Fatha mengangguk senang dan mulai bercerita tentang aktivitas merebus air. Umub merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti mendidih. FYI, Tante Susi ada Tante Ibu Fatha. Saat bermain di rumah Yangyut, Fatha sering mendengar bunyi ceret atau cerek tanda air sudah mendidih. Biasanya Yangyut akan mengingatkan Tante Susi untuk mengangkatnya dari atas kompor. Cara mengingatkannya persis seperti yang ditirukan oleh Fatha :)

Jadi, ngobrol berdua kami semalam sudah mengasah kemampuan verbal Fatha dalam ranah interpersonal (bersama Ibu). Fatha bahkan sudah bisa mendefinisikan makna suatu kata dengan tepat.  Dan ternyata tanpa disengaja, Fatha sudah mulai mengenal dua bahasa alias bilingual. Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Alhamdulillah..

#Harike8
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Memiliki kakek yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah membuat kami bisa mengunjunginya tanpa harus menunggu libur panjang. Beberapa mal...

Memiliki kakek yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah membuat kami bisa mengunjunginya tanpa harus menunggu libur panjang. Beberapa malam terakhir, Fatha sering menyebut nama Mbahkung (panggilan sayang untuk kakek, ayah dari Ayah Fatha) dan mengabsen nama para sepupunya. Ayah dan Ibu kemudian mengajak Fatha silaturahim ke rumah Mbahkung.

Kami bertiga naik sepeda motor dan seperti biasa, Fatha tertidur di perjalanan. Sepoi-sepoi angin di perjalanan membuatnya terkantuk-kantuk hingga tertidur pulas. Tak berapa lama setelah tiba, Fatha terbangun dan yang paling membuatnya senang adalah bertemu dengan para sepupu. Ia bisa dengan puas bermain sepeda di jalan depan rumah, memanjat dan menaiki tangga, dan mengamati dinding rumah bertema pemandangan bawah laut. Gambar lumba-lumba, tiram, ubur-ubur, dan hewan laut lain dilukis oleh Pakde Fatha. Fatha merekam dengan baik cerita tentang hewan-hewan bawah laut ini, sebab malamnya ia bisa menceritakan kembali pada Ibu nama-nama mereka.


Di area belakang rumah, ada seekor burung beo yang bertengger. Fatha yang sedang tertarik pada berbagai macam hewan memperhatikan tingkah laku burung dengan seksama. Burung beo milik Paman Fatha ini belum diajari menirukan suara, jadi tidak ada suara-suara manusia yang ia tirukan.

Sepanjang berada di sana, Fatha mengembangkan kecerdasan naturalisnya melalui kegiatan mengenal hewan. Satu ekor hewan sungguhan dan banyak jenis gambar hewan laut. Kecerdasan fisik-kinestetik juga diasah lewat kegiatan naik-turun tangga dan bermain mobil-mobilan. Komunikasi dan interaksi dengan orang lain, yaitu Mbahkung, Om, Tante, serta para sepupu melatih ranah interpersonalnya.

Sepulangnya Fatha ke rumah, ia minta dipijit. Rupanya bukan hanya Ayah dan Ibu yang merasakan pegal-pegal di seluruh badan akibat perjalanan singkat ini. Fatha pun demikian. Akhirnya malam itu kami lalui dengan saling memijat :)

#Harike7
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Anak adalah peniru ulung. Terbukti pada Fatha yang diam-diam memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya. Malam ini ia men...

Anak adalah peniru ulung. Terbukti pada Fatha yang diam-diam memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya.

Malam ini ia mengangkut matras yoga Ibu ke ruang tamu dan menggelarnya di sana. Dengan asyik, ia mulai memasang pose duduk dan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.


Menurut Ust. Harry Santosa dalam Fitrah Based Education, sejak lahir anak telah suka bergerak. Memberinya banyak aktivitas fisik merupakan upaya menumbuhkan fitrah jasmaninya.


Benar saja, Fatha sangat menyukai kegiatan spontan malam ini.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Hari libur ini, Uti berencana membuat onde-onde untuk cemilan kami semua. Kesempatan bagi kami untuk memberikan media sensory play bagi Fat...

Hari libur ini, Uti berencana membuat onde-onde untuk cemilan kami semua. Kesempatan bagi kami untuk memberikan media sensory play bagi Fatha. Setelah tepung beras dan bahan-bahan lainnya tercampur dan menjadi adonan yang siap dipulung, Fatha dipersilakan untuk bereksplorasi.

Selain adonan biasa berwarna putih, kami sudah menyiapkan pewarna makanan berwarna hijau untuk menarik minat Fatha menguleni si bakal onde-onde. Memang, adonan onde-onde tidak semestinya diuleni berlebihan. Akan tetapi karena tujuan kegiatan ini adalah mengajarkan Fatha bermain "masak-masakan", maka tidak ada patokan pasti cara memasaknya. Hehehe..

Ternyata Fatha masih merasa tidak nyaman menyentuh adonan lengket dan basah. Ia terlihat jijik saat diminta membentuk bulatan-bulatan onde-onde. Berbeda ketika onde-onde sudah selesai digoreng, Fatha dengan wajar memindah-mindahkannya ke dalam wadah. Mungkin lain waktu Ibu akan mengajaknya melakukan sensory play dengan bahan lain yang lebih menarik baginya. Puding atau agar-agar, misalnya.


Ketidaksukaan Fatha membuat onde-onde tidak berarti bahwa Fatha tidak suka aktivitas memasak. Jika pagi hari Ibu atau Uti memasak sarapan dan makan siang, ia selalu terlihat bersemangat mengamati dan mengajukan pertanyaan. Suatu malam menjelang tidur, bahkan Fatha pernah bercerita pada ibu tentang langkah-langkah memasak telur, mulai dari "tuk-tuk", telur dipecah, telur dimasukkan wajan, hingga telur digoreng. Artinya, ada kemungkinan pula Fatha tertarik dengan proses sintesis suatu masakan.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Empat hari pertama tantangan Bunsay Level 7, saya masih memilih melakukan kegiatan spontan bersama Fatha. Tugas kami, orang tuanya hanya me...

Empat hari pertama tantangan Bunsay Level 7, saya masih memilih melakukan kegiatan spontan bersama Fatha. Tugas kami, orang tuanya hanya memerhatikan dan mencatat aktivitasnya.

Ada hal yang menarik kami temui pada hari ini. Fatha begitu semangat merapikan meja dan memberes piring dan gelas yang baru saja kami gunakan saat sarapan. Bahkan pagi sebelum mandi, ia sempat menyikat lantai kamar mandi.


Fatha terlihat begitu serius mengerjakan setiap langkahnya. Jika dilihat dari kesukaannya mengatur dan menata ulang sumber daya, ada kecenderungan Fatha memiliki bakat sebagai arranger.



#Harike4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Memiliki anak usia dini berarti bersiap-siap menjadi Bu Guru PAUD sepanjang waktu. Terlebih saat hari libur, sepanjang hari kegiatan difoku...

Memiliki anak usia dini berarti bersiap-siap menjadi Bu Guru PAUD sepanjang waktu. Terlebih saat hari libur, sepanjang hari kegiatan difokuskan untuk bermain bersama Si Kecil.

Tak perlu ditanya, saat-saat seperti ini adalah momen paling membahagiakan buat para ibu yang bekerja di ranah publik. Menyaksikan senyum dan dan merasakan betul anak hanya ingin bersama Sang Ibu jelas membuat kita merasa spesial.

Pagi tadi, seusai diisi dayanya dengan sarapan, Fatha sudah menyelesaikan satu album lagu anak. Ia menyanyikan sekitar 12 lagu yang saat ini sedang digemarinya:

1. Balonku Ada Lima
2. Topi Saya Bundar
3. Sepeda (Kring Kring)
4. Bintang Kecil
5. Hujan (Tik Tik)
6. Halo-Halo Bandung (meski bukan lagu anak :))
7. Pepaya Mangga Pisang Jambu
8. Kepala Pundak Kaki
9. Naik Kereta Api
10. Naik Delman
11. Hey Tayo
12. Heli 

Lima lagu di antaranya sudah bisa ia nyanyikan sendiri tanpa bantuan (nomor 1, 2, 3, 6, dan 11). Kadang saat iseng, ia akan menyanyikan beberapa judul lagu sekaligus secara medley dengan mencomot satu baris pada masing-masing perwakilan lagu. Hehehe..

Saat-saat Fatha bernyanyi termasuk waktu favoritnya karena ia akan menggunakan wajah, tangan, dan badannya untuk mengekspresikan lagu.

Ekspresi Fatha saat menyanyi bisa disaksikan pada video berikut.



Melalui lagu-lagu anak ini, Fatha mengembangkan kemampuan musikalnya. Tetap bahagia, ya Nak 😍


#Harike3

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua anak dilahirkan hebat. Melihat fase sensitif anak dan hal-hal apa yang sedang menjadi kegemarannya menjadi salah satu cara untuk men...

Semua anak dilahirkan hebat. Melihat fase sensitif anak dan hal-hal apa yang sedang menjadi kegemarannya menjadi salah satu cara untuk mengasah kemampuannya.

Malam tadi, Fatha menunjukkan keinginannya untuk merapikan isi kulkas. Ia membuka sendiri lemari es; mengembalikan botol-botol pada tempatnya; dan menata kotak-kotak Tupperware pada rak secara berurutan warnanya.

Tak cukup sampai di situ, Fatha melanjutkan membereskan mainannya. Berhubung saat ini Fatha sedang gemar-gemarnya bermain bola, kali ini Fatha merapikan bola-bola mainannya dan menempatkannya pada wadahnya. Ibu perhatikan, Fatha senang meniru kegiatan beberes rumah seperti menyapu, mengepel, dan merapikan barang kembali ke tempatnya.

Termasuk ketika secara tak sengaja ia menumpahkan nasi dari dalam piring, Fatha memunguti butir demi butir nasi dan memasukkannya ke dalam kantong kresek untuk dibuang. Memang tidak sampai selesai. Ibu Fatha memaklumi, yang penting ia sudah belajar bertanggung jawab membereskan kesalahannya.





#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Setiap anak yang terlahir hebat. Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal. Setiap anak yang hadir di dunia ini sudah dilengkapi dengan berb...

Setiap anak yang terlahir hebat. Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal. Setiap anak yang hadir di dunia ini sudah dilengkapi dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Tugas orang tua adalah memantaskan diri untuk menjadi fasilitator bagi perkembangan Sang Anak. Orang tua perlu mencari tahu hal-hal apa sajakah yang menjadi kesukaan anak dan hal-hal yang menjadi potensi anak.

Ibu profesional mengajarkan istilah "membuat/meninggikan gunung, bukan meratakan lembah". 

Artinya, Segala hal yang menjadi potensi dan kelebihan anak harus diasah sehingga anak menjadi hebat di bidangnya, bukan justru memaksa anak menguasai hal yang bukan menjadi kelebihan atau passion-nya.

Melalui pendidikan berbasis fitrah, anak diberi kesempatan untuk melakukan sebanyak mungkin aktivitas dan kegiatan. Orang tua mencatat kegiatan mana yang dikerjakan anak dengan bahagia dan mata berbinar-binar. Kegiatan-kegiatan inilah yang nantinya menjadi portofolio anak dan memudahkan orang tua menemukan potensi anak.

Tantangan Bunda Sayang Level 7 mengajak orang tua melakukan aktivitas, permainan, atau proyek keluarga bersama Si Kecil dan mengabadikannya dalam catatan portofolio. Hari pertama, Ibu menemukan Fatha sedang asyik bermain bola bersama Om Irwan. Ibu ingat bahwa bermain bola dan berbagai aktivitas fisik lainnya sedang menjadi kegemaran Fatha. Kesempatan Ibu untuk mengamati baik-baik segala perilaku, ekspresi, dan bahasa tubuh Fatha.


Ibu sering berseloroh pada Fatha, "Kakak suka sekali olahraga atletik ya? Lari-lempar-lompat."

Padahal maksud ibu dalam hati, Fatha sedang dalam fase suka berlari-lari ketika disuruh ibu mandi atau makan; melempar-lempar bola, mainan, atau benda apapun yang ia temukan; serta memanjat perabot dan melompat dari atasnya. Hehehe :)

Kesempatan bagi ibu, menambahkan segala macam kegiatan penuh energi dalam daftar kegiatan Fatha beberapa hari ke depan. Setidaknya ibu sudah menemukan beberapa hal yang Fatha sukai saat ini. Tentunya hal ini perlu diimbangi dengan beberapa macam kegiatan yang juga menuntut konsentrasi dan menstimulus motorik halusnya.

Referensi:
Materi Kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional
Dodik Mardiyanto dan Septi Peni Wulandani. Pandu 45. Panduan Melihat Potensi Kekuatan Anak melalui Beragam Aktivitas. https://www.ibuprofesional.com/product-page/ebook-pandu-45
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga