- Mengelompokkan Warna
- Menghitung Bola
Masih ingat dengan sekantong penuh bola-bola kecil yang kami beli beberapa hari yang lalu? Hari ini kami siap mengeksekusi bola...
Mengenalkan anak usia dini untuk "melek literasi" sebenarnya tidak rumit. Pengenalan ini bisa dilakukan melalui kegiatan yang m...
Setelah sempat terseok-seok di beberapa hari terakhir, alhamdulillah proyek membaca Fatha dan Ayah Ibu bisa dilaporkan hasilnya. Tak disan...
Hari keempat belas proyek membaca, Ibu meminjam buku milik Ayah Fatha mengenai tips fotografi menggunakan kamera ponsel. Sebenarnya buku ini...
Hari Sabtu lalu Ibu kembali dari tugas di luar kota. Karena malam sebelumnya Ibu melewatkan waktu tidur, akhirnya hutang tidur dibayar hari ...
Proyek membaca hari ini berhasil dituntaskan Fatha dan Ibu meski kami masih terpisah jarak 400 km. Ibu menerima kabar dari Uti melalui pesa...
Mendadak saya harus bertugas di luar kota selama tiga hari. Jadilah reading time bersama Fatha harus diwakili Uti. Saya berpesan kepada ...


Bagaimana kabar membaca selepas 10 hari? Alhamdulillah Fatha masih tetap bersemangat membaca meskipun Ibu belum berhasil men...

Hari ini Ibu menyempatkan cuti 1 hari, mumpung Ayah juga cuti dan sedang ada di rumah. Kami bertiga bersama Uti sepakat untuk berjal...

Hari ini hanya Fatha yang berhasil menjalankan dengan konsisten aktivitas membacanya. Ayah dan Ibu sama-sama KO akibat radang tenggor...
Tantangan Bunsay level 5 telah memasuki hari kedelapan. Alhamdulillah kami sekeluarga masih menikmati reading time meski sulit menyamakan...
![]() |
| Judul bab sembilan yang sudah Ayah tuntaskan |
![]() |
| Buku yang rencananya akan menjadi bekal saya bercerita kepada Fatha selama 1 tahun penuh ^^ |
![]() |
| Fatha mengamati ilustrasi Jabir bin Abdullah yang sedang mengangkut hasil bumi di kebunnya untuk melunasi hutang ayahnya. Ayahnya telah gugur sebagai syuhada pada Perang Uhud. Rasulullah meminta Jabir untuk memanggil para penagih hutang. Atas kehendak A Allah dan doa Rasulullah, Jabir dapat membayar semua hutang ayahnya. |
![]() |
| Ketika menatap wajah Ayah dalam gambar dirasa cukup untuk melipur lara |

Agenda membaca Fatha dan saya siang tadi diwarnai dengan "berebut" buku bacaan. Separuh bagian terakhir Buku " Saya Pengen ...
![]() |
| Halaman bergambar mobil yang menarik perhatian Fatha |
![]() |
| Buku "Cilukba!" dengan halaman pop-up |
![]() |
| Fatha asyik membaca koran |
![]() |
| Pohon Literasi pada hari kelima |
![]() |
| Fatha senang sekali dengan Pohon Literasi yang kami buat. Beberapa kali ia tergoda memetik daunnya |
Salah satu proyek keluarga yang cukup konsisten kami kerjakan hingga sepekan berturut-turut adalah proyek merimbunkan Pohon Literasi. Ada ...
![]() |
| Pohon Literasi makin terlihat berwujud "pohon" |
![]() |
| Visual Dictionary, saya dapatkan dari sebuah toko buku saat bertugas sekitar tujuh tahun lalu |
![]() |
| Fatha sedang membandingkan bentuk sepeda di gambar dengan sepeda milik Om Adit dalam ingatannya |
![]() |
| Mobil balap vs. SUV |
![]() |
| Oleh-oleh Ayah untuk Ibu pada trip kali ini adalah resensi buku |
![]() |
| Salah satu "text book" favorit Ibu |
![]() |
| Fatha menirukan ekspresi Kak Adin di sampul buku. Ibu sempat bingung beberapa saat. "ngapain kamu, Nang?" :p |
Salah satu buku seri kesukaan Fatha adalah Halo Balita, terutama yang bertema melatih kemandirian. Ia sangat menghayati cerita di dalam...





Perjalanan membaca keluarga kami telah sampai di hari ketiga. Menyenangkan mengetahui Ayah, yang biasanya mengandalkan Ibu untuk meringkas...




Menyisihkan sebagian waktu bermain dan menjadikannya acara membaca bersama Fatha bisa jadi sangat menyenangkan. Fatha mulai gemar meniru a...
![]() |
| Fatha membolak-balik halaman buku |

![]() |
| Fatha mengenal emosi dan berbagai macam tekstur pada sensory play Buku "Hmmm..." |



![]() |
| Pohon Literasi Hari Kedua. Sebagian permukaan kertas gambar sudah menjadi korban coretan Fatha. Termasuk beberapa helai daun yang harus diganti karena dicopot paksa :) |
Mengapa harus menulis?
Menulis adalah media untuk membangun konsentrasi. Sebagai orang yang sangat gampang terdistraksi, menulis memudahkan fokus pada apa yang sedang saya lakukan.
Menulis meminimalisir emosi negatif sehingga menghindarkan saya dari marah tanpa sebab dan sedih berlebihan. Suami sangat mendukung ikhtiar saya menulis apa saja, karena mengurangi waktu untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Semacam belanja online :)
Menulis membantu saya membangun portofolio untuk #elfathamirza. Ketika membutuhkan ide bermain bersamanya, saya bisa membuka-buka kembali halaman lama.
Menulis secara online merupakan salah satu ikhtiar saya untuk mengabadikan cerita dan kisah kami sekeluarga. Semoga bisa menjadi kenangan berharga untuk Ananda.
Bismillah..
Memperjuangkan Hubungan Lewat Teknik i-Message
Stimulasi Kecerdasan Logis-Matematika
Memilih Pompa ASI yang Paling Cocok a la Ibu Fatha
Workshop "A" Home Team (Membangun Keluarga Berkualitas "A")
Prinsip CINTA: Mencintai dengan Lebih Baik
Tips Sukses Menyusui a la Ibu Fatha
Stimulasi Anak Suka Membaca Day #4
Scribo Ergo Sum
Family Project Status: Temporary Hiatus
Rumah Rapi Day #6
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances