Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Showing posts with label Bunsay Level 2. Show all posts

Sebagai orang yang sering mobile meninggalkan rumah, saya merasa aplikasi Traveloka sangat membantu menyusun itinerary perjalanan. Baya...


Sebagai orang yang sering mobile meninggalkan rumah, saya merasa aplikasi Traveloka sangat membantu menyusun itinerary perjalanan. Bayangkan saja, memesan tiket pesawat dan hotel dapat dilakukan sekaligus, dengan bonus promo yang menggiurkan. Harga paket tiket plus voucher hotel lebih murah daripada jika kita membeli tiket pesawat dan voucher hotel secara terpisah.





Serunya lagi, pencarian yang dilakukan dapat diurutkan berdasarkan harga termurah, waktu transit paling singkat, atau lokasi paling populer.


Selain menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, Traveloka juga memungkinkan kita membeli tiket pertunjukan atau tiket wahana permainan. Contohnya, saya mencari tiket masuk ke Saloka Theme Park. Di hari biasa, harga tiket per orang adalah sebesar Rp120.000,00. Di Traveloka, harga tiket masuk bisa sedikit lebih murah. Lumayan terasa bedanya jika kita ingin pergi berombongan.


Harga diskonnya lumayan menggiurkan. Hehehe..


Selain jenis layanan yang sudah disebutkan di atas, Traveloka juga memiliki fitur pesan-beli makanan. Mirip seperti GoFood atau GrabFood. Tapi saya belum pernah mencobanya.

Nah, jenis layanan apalagi yang ditawarkan Traveloka? Teman-teman bisa mencoba sendiri aplikasinya dan menemukan banyak hal menarik di sana..


#Day4
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Saya termasuk orang yang percaya bahwa semua orang bisa menggambar. Masalah bagus atau buruk toh hanyalah penilaian dari orang lain. Yang...

Saya termasuk orang yang percaya bahwa semua orang bisa menggambar. Masalah bagus atau buruk toh hanyalah penilaian dari orang lain. Yang penting, si pelaku gambarnya puas dengan hasilnya. Hehehe..

Saya suka bermain-main dengan kertas, pensil, dan alat gambar lainnya, Apalagi jika permainan dilakukan bersama Si Kecil, rasanya jadi makin seru. Bermain tebak-tebak gambar: saya menggambar, kemudian Fatha menebak gambar apa gerangan itu. Kami kemudian bergantian, biasanya Fatha menggambar sambil bercerita. Jadi saya tinggal mengomentari atau memancing ia bercerita lebih lanjut.

Nah, sejak tantangan Bunsay Level 10 lalu, saya mulai menggambar menggunakan smartphone dengan aplikasi Autodesk Sketchbook. Meskipun aplikasi ini bisa juga diinstall di PC atau laptop, sebagai amatir, saya merasa lebih nyaman menggunakan ponsel android saya. Pertama, karena saya tidak ingin menggunakan aplikasi ini sebagai profesional, tentunya saya tidak ingin repot-repot membeli drawing pad. Yang kedua, menggambar dengan smartphone bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.


Berikut adalah tampilan awal setelah kita membuka Si Sketchbook.
Sudah cukup menggoda dengan tampilan yang bersih, bukan?
Berbagai pilihan alat gambar yang tersedia

Serunya, seperti aplikasi grafis pada umumnya, Sketchbook menyediakan beberapa layer dalam satu kanvas. Jadi kita bisa menggambar dulu sketsa kasarnya pada layer pertama, kemudian mulai menggambar di layer-layer berikutnya.
Tampilan layer bisa diakses pada icon kelima di toolbar bagian atas
Nah, kali ini saya mencoba menggambar semangka menggunakan Sketchbook. Pada layer pertama, saya membuat dahulu garis-garis bantu sebagai sketsa kasar Si Semangka. Tujuannya, agar saat nanti gambar sudah jadi, layer pertama ini bisa dihapus.


Sketsa kasar yang siap dilukis
Oh ya, saya menggunakan pensil 2B ukuran 2 untuk menggambar sketsa. Biar berasa menggambar di kertas betulan. Hehehe..


Selanjutnya, layer kedua dapat ditambahkan untuk mulai mewarnai Si Semangka.
Kira-kira begini tampilan Si Semangka setelah diwarnai. Nah, supaya terlihat lebih rapi, tiap lapis warna saya pisahkan layernya, sehingga meminimalisir coretan-coretan warna yang tidak perlu.
Langkah terakhir, menghapus sketsa di layer bawah

Tadaaa! Si Semangka sudah siap dipanen. Kalau masih kurang puas dengan tampilannya, bolehlah dipercantik dengan airbrush untuk memberi kesan 3D. Setelahnya, gambar siap diekspor ke dalam format .jpg atau .png.

Setelah gambar jadi, bisa dijadikan bahan mendongeng buat Si Kecil :)


#Day3
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Mengapa perlu melatih kemandirian? Tentu saja karena tidak selamanya kita sebagai orang tua dapat terus berada di samping anak, menja...

Mengapa perlu melatih kemandirian?


Tentu saja karena tidak selamanya kita sebagai orang tua dapat terus berada di samping anak, menjaganya, dan mendampinginya. Pada suatu titik, orang tua harus melepas anak menghadapi dunianya sendiri. Semakin dini anak diperkenalkan pada kemandirian, maka anak akan lebih cepat mandiri.

Fitrah anak adalah ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Ia akan dengan mudah meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya. Kita sebagai orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini, dengan memanipulasi keadaan sehingga anak dipaksa untuk mandiri. Tidak ada salahnya memberikan tantangan pada anak-anak dan meminimalisir bantuan. Seperti halnya orang dewasa, tantangan ini dibuat sekiranya pada batas maksimal kemampuan anak. Di batas maksimal yang dapat dicapai ini, anak akan berusaha dengan sekuat tenaga, sehingga kemampuannya berkembang dengan baik.
"What doesn't kill you makes you stronger"

Apakah tolak ukur kemampuan ini? Menurut Pak Dodik yang kata-katanya sudah pernah saya tulis pada postingan ini, takarannya adalah tega. Orang tua haruslah tega untuk menahan diri tidak segera memberikan bantuan. Orang tua mesti tega melihat anaknya bersusah payah terlebih dahulu untuk dapat meraih keinginan.

Bagaimana caranya?


Tentunya semua dilakukan secara bertahap, dimulai dari level tantangan paling mudah yang sekiranya anak bisa melakukan. Sedikit demi sedikit tingkat kesulitan bisa ditambah. Orang tua bisa merasakan seberapa ambang batas toleransi anak.

Berdasarkan pengalaman dengan Fatha, langkah yang saya lakukan adalah:

Membuat target latihan untuk Si Kecil


Saat mendapatkan materi melatih kemandirian untuk anak, saya menyambut antusias tantangan yang diberikan. Saat itu saya optimis Fatha akan menikmati setiap game tantangan yang kami siapkan.

Jadi di hari pertama setelah kuliah Bunsay mengenai kemandirian, saya sudah membuat daftar jenis-jenis latihan apa saja yang sekiranya cocok diterapkan untuk Fatha. Dari sekian banyak aktivitas yang berhasil kami identifikasi, secara umum ada 2 kegiatan besar yang kami pilih yaitu:
  1. Berpakaian, meliputi aktivitas memilih pakaian yang akan digunakan, melepas, serta mengenakan baju

  2. Aktivitas merapikan, termasuk merapikan mainan dan meletakkan kembali barang pada tempatnya
Kedua aktivitas besar itu kemudian saya susun dalam wujud habit tracker dan dijadikan checklist untuk pencapaian Fatha. Setiap selesai melaksanakan tantangan, saya memberikan tanda di kolom hari pada baris jenis tantangan yang sudah dikerjakan. Tanda lingkaran jika hasilnya masih belum sesuai harapan, atau tanda bintang jika dirasa Fatha sudah mampu bekerja sama dengan baik.

PicsArt_10-23-03.07.49

Untuk jangka panjang, saya bercita-cita habit tracker ini ditulis dalam lembaran kertas yang lebih besar sehingga dapat ditempel di dinding. Setiap satu tugas ditunaikan dengan baik, Fatha mendapatkan sebuah stiker bintang untuk ditempelkan. Tentunya hal ini akan lebih menarik buat Fatha.


Sounding kepada Si Kecil, termasuk menyampaikan maksud dan tujuan

Segala sesuatu yang melibatkan Fatha, sebisa mungkin kami sampaikan padanya. Apa saja harapan kami terhadapnya juga kami komunikasikan. Misalnya ketika kemarin saya dan Ayah Fatha sepakat untuk mengajarkan Fatha mandiri dalam hal berpakaian. Saat informasi tersebut belum disampaikan, Fatha masih menganggapnya sambil lalu. Ternyata begitu hari berikutnya kami coba ajak bicara, Fatha menyambut baik aktivitas lepas-lepas baju :)

Konsisten menjalankan latihan

Lagi-lagi sedikit oleh-oleh dari Workshop "A" Home Team kemarin. Keluarga Padepokan Margosari memberikan pernyataan yang membuat saya dan suami merenung,
Pembiasaan adalah untuk binatang. Melatih binatang untuk bisa melakukan sesuatu adalah dengan dibiasakan. Manusia dapat dibedakan dari binatang karena kemampuannya berpikir.

Oleh sebab itu, mendidik anak memerlukan aktivitas berpikir. Artinya kita sebagai orang tua tidak hanya memberikan instruksi dan berharap anak serta-merta menuruti. Melibatkan anak untuk memperhatikan sebab dan akibat atau konsekuensi atas tindakan yang tidak atau yang justru dilakukan bisa menjadi salah satu solusi.

Contoh kasusnya begini. Saat itu Fatha masih asyik bermain dengan kabel dan pengisi daya ponsel saya walau sudah saatnya ia mandi pagi. Padahal saya juga sudah harus bersiap-siap berangkat ke kantor. Saya menyampaikan pada Fatha,

"Nak, sudah saatnya mandi. Semakin lama Fatha main, waktu  cibung-cibungnya berkurang lho. Mari mandi sekarang".

Harapan saya, Fatha sudah terbiasa memahami sebab-akibat segala sesuatu sehingga ia dapat bertanggung jawab atas keputusan yang ia pilih. Bukan hanya sekedar terbiasa melakukan sesuatu.

Mengucapkan terima kasih

Salah satu bentuk reward yang sepakat untuk kami berikan pada Fatha setiap kali ia berhasil adalah ucapan terima kasih yang tulus. Kadang bentuk penghargaan yang spontan berupa tepuk tangan juga kami lakukan. Bentuk apresiasi yang sederhana ini diharapkan lebih mengena buat Fatha. Ada saatnya Fatha lebih dulu bertepuk tangan untuk dirinya sendiri jika ia berhasil melakukan pencapaian.

Semoga Fatha selalu jadi anak yang bahagia dan berakhlak mulia ya Nak :)

#AliranRasa
#GameLevel2
#Level2
#KuliahBundaSayang
#Bunsay4
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional


Sumber Bacaan

Dodik Mariyanto. 2018. Workshop “A” Home Team (Membangun Keluarga Berkualitas “A”) di Salatiga, 20 Oktober 2018.

Materi #2 Program Bunda Sayang Batch #4. 2018

Hari ini merupakan hari terakhir kesempatan mengumpulkan tantangan 10 hari melatih kemandirian. Kegiatan mandi Fatha sedikit tertunda kare...


Hari ini merupakan hari terakhir kesempatan mengumpulkan tantangan 10 hari melatih kemandirian. Kegiatan mandi Fatha sedikit tertunda karena keasyikannya bermain-main.

Jadi Fatha sedang senang-senangnya dengan segala macam kabel dan colokan. Setiap saya lengah, tiba-tiba ia sudah asyik bermain dengan kabel charger dan kepalanya, atau headphone dengan kabel yang sudah terurai.

PicsArt_10-22-10.09.43

Pernah sekali saya kecolongan, headphone kesayangan saya sudah "dicolokkan" di teralis jendela entah sejak kapan. Ketika saya coba gunakan, tiada suara terdengar. Hiks..

Karena waktu mandi sempat tertunda oleh acara bermain, saya cukup terburu-buru mengajaknya mandi. Alhamdulillah Fatha cukup mengerti keterbatasan waktu saya, dan ia menurut saat saya minta segera melepas pakaian.

Acara mandi pagi berlangsung cepat dan tepat karena minus berendam a.k.a. cibung-cibung. Setelahnya, dengan badan dibalut handuk, ia menggelendot manja sambil berujar, "nin"..

Kesempatan bagi saya untuk membujuknya, "Segera pakai baju yuk Nak, supaya badannya tidak dingin lagi.."

Dan Fatha menurut.

Terima kasih Nak :)

#Harike16
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Hari ini banyak kejutan yang diberikan oleh Fatha. Setelah ia mau melepas sendiri celananya saat akan mandi (tentunya dengan diiringi berla...

Hari ini banyak kejutan yang diberikan oleh Fatha. Setelah ia mau melepas sendiri celananya saat akan mandi (tentunya dengan diiringi berlari-larian dan memanjat-manjat), acara cibung-cibung berlangsung damai. Ia bersedia mandi dengan tenang sambil berendam di dalam ember kesayangannya sementara saya sempat mencuci beberapa potong pakaian.

Setelah beranjak dari kamar mandi dan mengeringkan badan dengan handuk, Fatha bersedia ganti baju sendiri dengan bantuan Sang Ibu. Saya cukup takjub dengan kerja samanya.

Ternyata cerita belum berhenti di situ. Saat saya lengah membalikkan badan untuk mengambil body lotion, tadaaaaa

PicsArt_10-22-10.15.33

Pakaian bersih yang sudah dilipat dan siap masuk lemari sedang dalam kondisi aporak poranda. Fatha sudah menemukan permainan baru: memanjat tumpukan baju dalam keranjang pakaian ^^;

Perasaan saya campur aduk antara geli Fatha kreatif menemukan permainan baru dan sedih karena hasil kerja tadi sepagian roboh karena aksi Fatha.

Mari syukuri saja. Toh kamar berantakan bak kapal pecah masih bisa dirapikan saat Fatha tidur :)

#Harike15
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Perjalanan melatih kemandirian bagi Fatha memang seru-seru menggemaskan. Ada saja ulahnya untuk menghindar dari latihan ini. Seperti berala...

Perjalanan melatih kemandirian bagi Fatha memang seru-seru menggemaskan. Ada saja ulahnya untuk menghindar dari latihan ini. Seperti beralasan meminta "nenen" di tengah acara ganti baju pasca mandi. Atau melarikan diri dari kamar tidur ketika saya sedang merayunya untuk memakai celana sendiri.

Oya, salah satu alasan mengapa melepas baju dan mengenakan celana sendiri menjadi target latihan kemandirian Fatha adalah karena kami menargetkan untuk mulai membiasakannya toilet training pada usia 18 bulan. Dalam waktu 2 bulan ini kami berharap Fatha sudah mampu melepas dan memakai celana sendiri sehingga latihan toilet training dapat berjalan lancar, Insya Allah.

Mengenai latihan kemandirian ini, ada oleh-oleh menarik dari acara Workshop "A" Home Team di Salatiga kemarin.
Pak Dodik Mariyanto menjelaskan bahwa membentuk keluarga itu haruslah berlandaskan pada kasih sayang. Untuk mendidik anak, takarannya adalah tega.

Tega yang membentuk karakter anak menjadi lebih tangguh, menempa kemandiriannya, dan tentu saja tetap berlandaskan kasih sayang tadi.

Penjelasan Pak Dodik itu membuat saya dan suami berpandangan. Semakin memantapkan hati bahwa melatih Fatha mandiri memang butuh proses terus menerus dengan konsisten dan memerlukan kesabaran orang tuanya. Tidak masalah progressnya naik turun, yang penting kami membiarkan fitrahnya melakukan aktivitas secara mandiri dapat berkembang.

#Harike14
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Referensi

Dodik Mariyanto. 2018. Workshop "A" Home Team (Membangun Keluarga Berkualitas "A") di Salatiga, 20 Oktober 2018.

Hari ketiga belas mengajarkan Fatha mengenai kemandirian, terutama dalam hal berpakaian, sudah terasa cukup konsisten. Ia mulai jarang mere...

Hari ketiga belas mengajarkan Fatha mengenai kemandirian, terutama dalam hal berpakaian, sudah terasa cukup konsisten. Ia mulai jarang merespon negatif instruksi melepas pakaian saat akan mandi. Ia juga senang diberi tugas meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. Apalagi jika sudah diberi iming-iming "bermain air".

Jadi kami mulai menambahkan tantangan level ini dengan memakai pakaian sendiri. Supaya tidak mengulangi kesalahan sebelumnya, kami mengajak Fatha ngobrol mengenai kesepakatan ini.

"Fatha sudah makin pintar melepas pakaian sendiri. Ibu bangga deh sama Fatha," dan ia menjawab dengan tawa menggemaskan.

"Mulai hari ini, Fatha belajar pakai celana sendiri ya. Ibu bantu seperlunya," sambung saya.

Pada prakteknya, belum bisa berjalan seperti harapan. Fatha masih asyik melarikan diri dari saya. Kita coba ulang besok pagi :)

#Harike13
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Beberapa minggu terakhir ini Fatha semakin bersemangat menyusu. Setiap melihat wajah ibunya, kata-kata pertama yang langsung muncul dari m...


Beberapa minggu terakhir ini Fatha semakin bersemangat menyusu. Setiap melihat wajah ibunya, kata-kata pertama yang langsung muncul dari mulutnya adalah "nenen". Dia akan langsung menggandeng saya, meskipun dalam kondisi baru pulang dari kerja yang notabene SOP rutin adalah mandi terlebih dahulu. Selanjutnya, ia menunjuk tempat tidur dan menginstruksikan, "bobok".

Tak lupa Fatha menarik selimut ungu favoritnya dan memposisikan diri untuk menyusu. Saat-saat seperti inilah yang kadang masih membuat saya dilema. DI satu sisi saya belum membersihkan diri, di sisi lain ingin segera menunaikan hak menyusu buat anak.

Jalan tengah yang saya ambil adalah merayunya untuk rela bersabar menunggu saya mandi kilat. Kadang berhasil, seringnya gagal :(

Hari kemarin, saya hitung selama 30 menit waktu istirahat kerja (30 menit sisanya untuk perjalanan pulang pergi), total Fatha meminta nenen 4 kali. Wow..

Sepertinya dalam waktu beberapa hari ke depan saya akan membuat kesepakatan dengan Fatha mengenai kewajiban saya minimal cuci tangan, kaki, dan wajah sebelum bermain dengannya.

Kembali pada topik melatih kemandirian, hari kemarin Fatha sudah makin bisa diandalkan untuk diberikan instruksi melepas pakaian dan meletakkannya ke dalam keranjang cucian. Kuncinya adalah memberikan pakaian yang cukup longgar serta mudah dilepas.

Ia juga sudah sering meminta sendok sendiri saat makan. Kadang jika sudah bosan, Fatha akan mulai gantian menyuapi saya atau Uti. Anak kecil memang paling jago menirukan.

#Harike12
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Setelah harus  go-show  ke Jakarta selama 1 hari, saya kemudian tepar. Beberapa pekerjaan di rumah terpaksa harus dipending dulu untuk dik...


Setelah harus go-show ke Jakarta selama 1 hari, saya kemudian tepar. Beberapa pekerjaan di rumah terpaksa harus dipending dulu untuk dikerjakan, termasuk melipat baju dan merapikan lemari. Oh iya, saya tidak terlalu rajin menyeterika. Hanya pakaian-pakaian yang tertentu saja yang perlu diseterika, misalnya pakaian kerja dan pakaian untuk bepergian. Lainnya cukup dilipat dengan rapi dan masuk lemari. Cukup menghemat tenaga dan energi, baik energi listrik maupun energi Ibu Fatha :)

Saking teparnya, saya sampai lupa belum berkisah mengenai progress latihan kemandirian Fatha. Huhuhu..

Jadi hari kemarin Fatha bersemangat untuk segera mandi dan bermain air. Sepertinya karena hari sebelumnya diberikan akses untuk menyiram tanaman dan bermain selang, ia ingin mengulang keriaan itu..

Nah, kesempatan untuk menyisipkan lagi latihan kemandirian buat Fatha.

Saya meminta Fatha melepas pakaiannya sendiri, seperti biasa, ia sibuk bermain dan memilih untuk tetap berlarian ke teras depan. Saya rayu dengan kata kunci, "Mari Nak, kita bermain air, cibung-cibung, cipik-cipik."

Dan benar saja, ia mendekat dan meminta saya untuk segera melepaskan pakaiannya. Saya pancing dengan membantu membuka kancing bajunya, dan Fatha bergegas melepas piyama serta kaos dalamnya. Saya masih ikut turun tangan membantu melepas celana panjangnya, namun kali ini tanpa drama.

Setelahnya, Fatha masih semangat meletakkan pakaiannya ke dalam keranjang. Lebih tepatnya "melempar".

PicsArt_10-18-08.09.12

Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama Fatha hari itu..

#Harike11
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Perjalanan sepuluh hari berlatih kemandirian memang benar-benar menantang, bahkan untuk anak seusia Fatha. "Mendidik tidak bisa mendad...

Perjalanan sepuluh hari berlatih kemandirian memang benar-benar menantang, bahkan untuk anak seusia Fatha. "Mendidik tidak bisa mendadak". Jadi segala bentuk pembelajaran ini memang proses panjang yang tidak bisa instan. Kadang dijalani anak dengan suka cita dan terlihat lancar-lancar saja. Tak jarang anak memilih untuk melakukan tidak sesuai aturan main.
Fasilitator kami, Mbak Sindu, menguatkan, "Tidak cukup 17 hari melatih kemandirian. Butuh waktu sampai bertahun-tahun untuk membuat mereka mandiri. Pada dasarnya anak adalah pembelajar sejati, pasti ada rasa ingin bisa melakukan sendiri. Tinggal bagaimana respon kita, apakah akan memupuk fitrah atau justru tanpa sadar kita pupuskan. Jika yang kedua terjadi, maka kita sendiri yang akan kerepotan saat anak sulit untuk mandiri.

Menarik memang terlibat langsung dalam memilihkan dan membuatkan aturan untuk Fatha. Yang awalnya masih ragu-ragu dengan kemampuannya, makin hari makin penasaran dengan uji coba kemampuannya yang lain.,

Seperti hari ini, mendadak saya harus pergi ke luar kota di saat Fatha belum bangun. Saya kehilangan satu kesempatan untuk mengajarkannya konsisten melepas pakaian sendiri. Namun saya sudah berpesan pada Uti Fatha untuk tetap dapat melatih Fatha melepas pakaian sendiri, semampunya.

Sore tadi Uti melaporkan bahwa sebelum mandi, Fatha sudah bermain air dengan gayung dan ember. Dia sedang belajar menyiram tanaman, Uti berkisah. Fatha juga meminta selang air Uti dan mencoba menyemprotkan ke tanaman, realisasinya semprotan dilakukan ke segala arah, termasuk badan Fatha sendiri.

Fatha berteriak, "Nin, nin, pas, pas.." (dingin, dingin, lepas, lepas). Ternyata ia meminta dilepaskan bajunya. Uti membantu membuka kancing dan dilanjutkan oleh Fatha.

Setelahnya Fatha mandi sore dengan air hangat dan tidak mau berhenti bermain air..

Alhamdulillah, makin banyak aktivitas yang dijajal oleh Fatha dan terlihat pula keinginannya melakukan sendiri sampai bisa..

#Harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Masalah memantapkan hati mengenai pemilihan jenis latihan kemandirian untuk Fatha yang kemarin  dan beberapa saat lalu sempat membuat saya ...

Masalah memantapkan hati mengenai pemilihan jenis latihan kemandirian untuk Fatha yang kemarin dan beberapa saat lalu sempat membuat saya galau, alhamdulillah mulai menunjukkan titik terangnya. Semua berawal dari keisengan saya memantau perkembangan Fatha melalui Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

Kuesioner ini memiliki dua bagian besar, yaitu bagian utama (penilaian perkembangan) dan cara melakukan stimulasi perkembangan pada anak. Oh iya, sebelum menggunakannya, kita harus memilih terlebih dahulu kategori usia yang sesuai bagi si kecil. Misalnya Fatha yang berusia 16 bulan cocok menggunakan penilaian perkembangan untuk usia 15 bulan. Sedangkan stimulasi perkembangannya menggunakan cara stimulasi untuk kategori usia 15-18 bulan.
Berdasarkan KPSP di atas, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kemampuan sosialisasi dan kemandiriannya adalah dengan membiarkan anak membuka bajunya sendiri dan memberi bantuan sesedikit mungkin. Selain itu anak bisa dilatih membereskan mainan dan membantu kegiatan di rumah. Awalnya dengan memberikan bantuan, sedikit demi sedikit biarkan ia melakukan sendiri.

Saya semakin yakin bahwa kesepakatan kami kemarin mengenai latihan kemandirian sudah cukup tepat. Kemampuan melepas baju sendiri memang sudah seharusnya dimiliki oleh anak seusia Fatha. Oleh sebab itu kami makin bersemangat melakukan latihan ini.

Hari kesembilan, Fatha sudah bisa lebih konsisten melepas pakaiannya meskipun kadang diikuti dengan lari-lari dan menjelajah kamar. Selain itu Fatha juga sudah mulai rajin meletakkan mainannya yang selesai digunakan ke dalam kotak mainannya walau harus dengan instruksi dari ibu.

PicsArt_10-15-01.14.42

#Harike9
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Alhamdulillah hingga hari kedelapan, praktek latihan kemandirian Fatha masih terasa menantang dan menyenangkan. Ia masih konsisten melepas...


Alhamdulillah hingga hari kedelapan, praktek latihan kemandirian Fatha masih terasa menantang dan menyenangkan. Ia masih konsisten melepas kaos dan celananya sendiri dengan sedikit bantuan. Bonusnya, Fatha sekarang langsung meletakkan baju kotornya ke dalam ember cucian tanpa disuruh.

Bahkan hari ini, ketika ember yang biasa digunakan untuk mengumpulkan cucian sedang dipakai menampung air, Fatha secara otomatis masih meletakkan bajunya ke dalam ember tersebut. Akibatnya air bersih kami harus digunakan untuk keperluan selain mencuci piring dan pakaian :)

Bonus lainnya, Fatha sudah makin bersemangat makan dan menyuap sendiri makanan dari piringnya. Meskipun masih berantakan dan belum konsisten hingga habis.

Beberapa hal yang saya jadikan catatan penting mengenai latihan kemandirian selama 8 hari ini di antaranya adalah:

1. Mengenali kemauan dan kesiapan anak dengan baik

Biasanya anak akan menunjukkan tanda-tanda kesiapan melakukan sesuatu hal. Contohnya untuk toilet training, berdasarkan kisah teman-teman, anak sudah mampu meberikan sinyal akan BAB atau BAK. Biarpun belum bisa berkata, misalnya, anak yan memberikan sinyal dengan gestur atau bahasa tubuh sudah dapat dilatih toilet training.

Untuk kasus Fatha, ia sudah menunjukkan keinginannya untuk memilih pakaian yang akan dikenakan maupun melepas bajunya sendiri. Juga keinginan untuk makan dengan usahanya sendiri (termasuk menyuapi orang lain jika sudah mulai bosan).

Walau kadang saya masih merasa ragu, apakah pilihan jenis latihan ini sudah sesuai bagi Fatha atau belum, tapi selama konsisten menjalaninya, alhamdulillah perlahan menunjukkan hasil yang membahagiakan.

2. Memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan semuanya sendiri.

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan melatih kemandiriannya, orang tua perlu menahan diri untuk tidak langsung memberikan bantuan ketika anak mendapat kesulitan saat praktek. Poin ini masih menjadi tantangan bagi saya karena biasanya saya merasa "gatal" untuk langsung turun tangan membantu. Terutama jika diburu waktu dan gerakan Fatha dirasa kurang cepat.

Tentunya kepercayaan tadi tetap perlu diimbangi dengan pengawasan. Dalam kasus Fatha hari ini, ia sudah berhasil mencelupkan pakaian kotornya ke dalam ember yang tidak seharusnya. Lain waktu saya harus mengawasinya dengan lebih baik agar tidak kecolongan lagi. Hehehe.

Anyway, terima kasih sudah mau berusaha ya Nak ^^

#Harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Hari terakhir minggu pertama ini sangat menantang buat Ibu Fatha mempraktekkan latihan kemandirian untuk Fatha. Pasalnya kondisi ayah Fath...


Hari terakhir minggu pertama ini sangat menantang buat Ibu Fatha mempraktekkan latihan kemandirian untuk Fatha. Pasalnya kondisi ayah Fatha yang baru saja keluar dari RS akibat vertigo yang dideritanya dan Fatha yang masih diare.

Ibu yang masih ada pekerjaan di luar kantor akhirnya memboyong ayah dan Fatha ke hotel sehingga bisa diawasi dengan baik tanpa memecah perhatian seperti hari-hari sebelumnya, pergi pulang di dua kota. Ibu belum bisa memberikan pilihan pakaian Fatha untuk dibawa karena waktu yang cukup terbatas. Pun ketika waktu tidur tiba, Fatha masih asyik menjelajah kamar tidurnya.

PicsArt_10-13-10.36.31.png

Meskipun demikian, saat menjelang mandi keesokan harinya, Fatha cukup kooperatif. Ia melepas sendiri piyama tidurnya setelah dibantu ibu membuka kancing bajunya.

Acara mandi juga terasa menyenangkan karena Fatha bermain air di "ember mandi" yang berukuran lebih besar daripada yang ada di rumah.

PicsArt_10-13-11.10.36.jpg

Fatha juga sudah mulai ingin melakukan semuanya sendiri, termasuk mencoba membasuh sabun mandi yang ada di seluruh tubuh dengan menggunakan "gayung" (ia menyebutnya "duk" alias "ciduk", bahasa Jawa untuk gayung). "Gayung" yang ia gunakan sebenarnya adalah mangkok plastiknya yang biasa digunakan untuk menyajikan makanan.

Terima kasih sudah bekerja sama dengan baik ya Nak..

#Harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Cerita latihan melepas baju Fatha kemarin sore ter-skip karena saya pulang dari kantor cukup malam. Itu pun karena Fatha sudah beranjak ti...


Cerita latihan melepas baju Fatha kemarin sore ter-skip karena saya pulang dari kantor cukup malam. Itu pun karena Fatha sudah beranjak tidur dan merasa belum dipamiti ibunya sehingga agak rewel. Maafkan ibu ya, Nak..

Pagi ini Fatha sudah cukup konsisten mampu melepas kaos dalamnya sendiri. Memang belum ada peningkatan dengan jenis pakaian lain, tapi sudah cukup membuat saya bahagia.

Satu cerita bahagia lainnya, ia sudah berbaik hati membantu orang tuanya menyapu lantai.

"Apu, apu," ujarnya menunjuk sapu di sudut tersembunyi di samping rumah.

"Fatha mau menyapu lantai? Boleh, ambil saja," jawab saya.

Dan ia langsung mempraktekkan gaya menyapu lantai sambil memegang sisir.

Dalam hal menyapu, sepertinya Fatha lebih rajin daripada ibunya. Hehehe

PicsArt_10-12-01.34.31

#Harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Semakin hari Fatha sudah makin lihai membuka kaos dalamnya sendiri. Semalam saya sengaja memakaikan kaos luar yang longgar. Hasilnya, p...

Semakin hari Fatha sudah makin lihai membuka kaos dalamnya sendiri. Semalam saya sengaja memakaikan kaos luar yang longgar.

Hasilnya, pagi ini saat akan mandi, Fatha berhasil membuka kaos dalam dan kaos luarnya sendiri. "Masya Allah, sudah makin pintar anak ibu melepas pakaian.."

Namun Fatha masih kesulitan melepas celana panjangnya sendiri. Nanti sore rencananya kami coba lagi saat ia mengenakan celana pendek.

Di samping melepas pakaian, rupanya tanpa sadar Fatha sudah mengembangkan kemampuan lainnya. Ia sudah bisa tidur sendiri tanpa ditemani.

Jadi semalam, pasca menyusu, Fatha sudah siap dengan selimutnya dan mengusir nyamuk-nyamuk dari dalam kelambu. Ia meminta saya menutup resliting kelambu lalu merebahkan dirinya di atas bantal. Selanjutnya ia sudah asyik dengan senandungnya sendiri dan tak berapa lama ia tertidur.

Alhamdulillah, makin besar anak ibu makin mandiri..

Meskipun beberapa kali di malam hari ia masih terbangun meminta "nenen", tapi semangat mandirinya membuat ibu bahagia..

#Harike5
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Hari keempat, Fatha sudah berhasil melepas kaos dalamnya sendiri dengan sukses. Melepas pakaian luar terutama yang tidak berkancing masih ...


Hari keempat, Fatha sudah berhasil melepas kaos dalamnya sendiri dengan sukses. Melepas pakaian luar terutama yang tidak berkancing masih menjadi tantangan sendiri untuknya.

PicsArt_10-10-02.19.54.png

Meskipun semalam Fatha mengeluh sakit perut (yang belakangan diketahui karena diare), alhamdulillah ia masih bersemangat berlatih melepas pakaian sesuai pembicaraan kami kemarin.

Oh iya, frekuensi BABnya alhamdulillah sudah mulai berkurang. Tinggal menambah asupan cairan lewat minuman dan makanan.

Kembali ke masalah berpakaian, Fatha masih berlatih melepas celana sendiri (ia masih kesulitan menyeimbangkan tubuh, jadi latihan dilakukan sambil duduk) dan kaos kami pilihkan yang cukup longgar dan berkancing agar Fatha mudah membuka.

Target besok insyaAllah ditingkatkan menjadi "mampu melepas celana/baju sendiri".

#Harike4
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Menindaklanjuti kesalahan yang saya lakukan di hari kedua , malam kemarin saya "ngobrol" dengan Fatha. Sebelumnya, setelah sh...

Menindaklanjuti kesalahan yang saya lakukan di hari kedua, malam kemarin saya "ngobrol" dengan Fatha.

Sebelumnya, setelah sholat maghrib, Fatha sempat terpeleset dan jatuh karena bekas pel yang masih basah. Saya sempat menyesal luar biasa dan menyalahkan diri sendiri. Perasaan bersalah itu kemudian mulai berkurang setelah saya meminta maaf padanya dan memeluknya.

Kembali pada "diskusi" saya dengan Fatha. Saya menyampaikan rencana latihan kemandirian pada Fatha,

"Nak, mulai besok, kita bekerja sama yuk. Sebelum mandi, Fatha lepas baju sendiri ya. Pilih baju sendiri.."

Saya memantapkan niat dengan latihan kemandirian kali ini. Hari kemarin selain belum memberikan informasi pada Fatha mengenai tantangan 10 hari, saya juga belum mantap dengan pilihan tantangan yang kami lakukan. Saya sempat berpikir, jangan-jangan Fatha belum siap dengan latihan ini. Jangan-jangan ia masih terlalu kecil untuk diajarkan memilih baju dan melapas pakaian sendiri.

Namun diskusi semalam teman-teman di grup WhatsApp menyemangati saya bahwa kita cukup memberikan kepercayaan pada anak, dan biarkan ia melakukan sendiri dengan pengawasan dan bimbingan. Jadi saya kembali membulatkan tekad untuk melatih Fatha masalah per-baju-an ini.

Alhamdulillah tadi pagi setelah bangun tidur, Fatha begitu kooperatif diajak memilih pakaian dan melepas baju sendiri. Saat ini ia masih membutuhkan bantuan untuk melepas kaos luar, namun ia sudah mahir melepas kaos dalam sendiri.

Good job, Nak..

Bonus kegiatan yang membuat saya bahagia hari ini: Fatha semangat makan sendiri meski awalnya masih sambil berdiri dan menggunakan tangan kiri ^.^;

PicsArt_10-09-10.43.00.jpg

Lagi-lagi komunikasi produktif harus kami praktekkan lagi,

"Nak, mari makan sambil duduk," dan ia pun mengikuti instruksi sambil menirukan, "duduk"

"Makan dengan tangan kanan, Nak," da  ia pun menggunakan kedua tangan untuk memegang tempe goreng favoritnya.

Terima kasih, Fatha :)

#Harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Hari Senin pagi, Ibu dan Ayah Fatha sudah akan berangkat bekerja lagi. Sebelum mandi, Ibu menawarkan pilihan kepada Fatha, akan mengenakan ...

Hari Senin pagi, Ibu dan Ayah Fatha sudah akan berangkat bekerja lagi. Sebelum mandi, Ibu menawarkan pilihan kepada Fatha, akan mengenakan baju lengan pendek atau singlet mengingat akhir-akhir ini cuaca panas sekali. Ia kemudian mengambil sendiri pakaian pilihannya.

Oke, sudah ada kemajuan dari hari kemarin. Ia tidak lagi mengambil semua pakaian dari dalam kontainer dan membuangnya ke lantai.

Tapii, sepasang celana dan kaos yang ia ambil kemudian dilemparnya begitu saja ke lantai..

PicsArt_10-08-10.10.30.jpg

Pak Suami memberikan instruksi singkat pada Fatha untuk memungut dan mengembalikan pakaian kepada Ibu. Hasilnya, Fatha belum menggubris instruksi Ayah..



PicsArt_10-08-09.58.06

Saya dan Pak Suami saling melempar pandang. Baiklah, ada yang salah di sini.

Setelah kami diskusikan lagi setelah Fatha mandi, rupanya kami belum melakukan sounding kepada Fatha. Inilah masalahnya. Barangkali Fatha belum merasa terlibat dalam latihan ini.

Insya Allah dengan mengikuti kaidah choose the right time, malam ini saat quality time, Ibu akan berkisah pada Fatha mengenai rencana latihan kemandirian ini. Semoga cerita besok bisa lebih sukses. Aamiin..


#Harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Level kedua tantangan Bunda Sayang sudah dimulai. Bulan ini tema yang telah ditentukan adalah "Melatih Kemandirian". Bagi Fatha y...

Level kedua tantangan Bunda Sayang sudah dimulai. Bulan ini tema yang telah ditentukan adalah "Melatih Kemandirian". Bagi Fatha yang sebentar lagi menginjak usia 16 bulan, ada beberapa tema yang bisa kami pilih.

1. Toilet training (TT)
Sebelum usia 2 tahun idealnya toilet training sudah dituntaskan. Berdasarkan pengalaman teman-teman yang memulai TT pada usia >2 tahun, tantangannya jauh lebih besar karena anak sudah mulai memiliki banyak alasan.

Ketika saya diskusikan hal ini dengan Ayah dan Uti, kami sepakat untuk memulainya dalam waktu dekat, insyaAllah pada usia 18 bulan. Saat ini kami akan melengkapi dahulu peralatan yang dibutuhkan untuk TT, misalnya perlak dan training pants. Perlak yang kami miliki saat ini sudah tidak cukup untuk Fatha mengingat daya jelajahnya saat tidur saat ini sama luasnya dengan ukuran kasur.

2. Memilih pakaian sendiri
Sebenarnya selama beberapa bulan terakhir, kami sudah beberapa kali mempersilakan Fatha untuk menentukan sendiri pilihan berpakaiannya. Hanya saja belum konsisten. Memakai baju sendiri saat ini pun masih belum sepenuhnya bisa dilakukan karena Fatha masih sering teralihkan fokusnya dan lebih asyik bermain daripada ganti baju. Melepas pakaian cenderung lebih bisa dia lakukan karena lebih mudah dan mungkin Fatha rasakan lebih seru.

3. Merapikan mainan
Opsi lainnya adalah merapikan mainan setelah selesai dimainkan. Termasuk memungut kembali mainannya (atau benda apa pun) yang sering ia lempar keluar jendela kamar.

4. Makan sendiri
Proses makan bagi Fatha selama ini terlihat menyenangkan apabila melibatkannya secara aktif. Jadi selama ini kami menyiapkan dua buah sendok, satu untuk ia gunakan sendiri dan masih kami bantu menyuapkan makanan dengan sendok lainnya. Fatha juga sudah menunjukkan keinginannya untuk melakukan hal yang sama, menyuapi orang lain. Sebenarnya kami lihat ia sudah siap untuk makan sendiri, sehingga untuk fokus latihan kemandirian ini kami pilih poin yang lain. Tetap Fatha kami persilakan untuk berlatih makan sendiri dengan bantuan orang tua.

Menyapih tidak masuk hitungan saat ini karena kami sepakat memberikan hak ASI hingga 2 tahun.

Akhirnya setelah diskusi singkat, kami sepakat mengutamakan poin kedua, memilih pakaian sendiri, sebagai target jangka pendek. Jika memungkinkan, "merapikan mainan" akan kami jadikan opsi keduanya.

Aktivitas Fatha memilih pakaian hari pertama. Awalnya ibu langsung membukakan kontainer pakaian ya. Ternyata hasilnya kurang sesuai harapan. Fatha terlalu bersemangat sampai-sampai banyak potong pakaian yang ia hamburkan keluar wadah.

PicsArt_10-08-10.14.29.png

Ibu pun membatasi pilihan menjadi dua opsi, dan inilah hasilnya setelah ia kenakan seusai mandi pagi.

PicsArt_10-08-10.12.07.jpg

#Harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional