Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Showing posts with label Bunsay Level 6. Show all posts

Ada yang membuat Ibu bahagia hari ini. Tanpa diinstruksi, Fatha memulai permainannya sendiri, memilah-milah bola berwarna biru :) Ka...

Ada yang membuat Ibu bahagia hari ini. Tanpa diinstruksi, Fatha memulai permainannya sendiri, memilah-milah bola berwarna biru :)



Kalau diingat-ingat lagi, bola adalah salah satu jenis mainan yang sangat disukai Fatha. Ia bisa menggunakannya untuk berbagai macam variasi permainan. Termasuk ketika harus membereskan si bola-bola kecil ini, Fatha amat senang karena diijinkan Ibu melemparkannya masuk ke dalam keranjang. Hehehe

#Harike16
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Bermain dengan air dan cairan masih menjadi sebuah daya tarik bagi Fatha. Ia selalu bersemangat jika diajak bermain air. Kali ini kami ...

Bermain dengan air dan cairan masih menjadi sebuah daya tarik bagi Fatha. Ia selalu bersemangat jika diajak bermain air.

Kali ini kami memberikan kepercayaan padanya untuk menuangkan sendiri susu kedelai ke dalam cangkir untuk diminum. Kami berharap Fatha mengenal konsep volume: bahwa cangkir hanya mampu menampung cairan sesuai dengan ukurannya.


Fatha sudah berhasil meletakkan lubang karton susu persis di atas mulut cangkir. Ia menuang dengan penuh percaya diri.

"Pelan-pelan ya Kak. Sambil dilihat jangan terlalu penuh supaya tidak tumpah," Ayah berpesan.

Ups, rupanya Fatha terlalu bersemangat memiringkan karton susu, sehingga ada sebagian susu yang meluber hingga ke meja.

Fatha berinisiatif menolong kami membersihkan tumpahan susu di atas meja dengan menggunakan tissue.


Terima kasih, Kak :)

Selain belajar menuang dalam takaran yang pas, Fatha juga belajar memindahkan susu kedelai dari cangkir yang satu ke cangkir lainnya dengan menggunakan sendok.


Karena tak sabar, Fatha kemudian menuang seluruhnya dengan cara membalikkan cangkir ke atas cangkir satunya.


Oh iya, selain mengenal volume, hari ini Fatha juga sudah mulai lancar mengenal konsep angka "dua".

Ia sudah memahami bahwa ada dua buah cangkir yang ia mainkan

"Dua cangki(r)," ucapnya.

Pun ketika melihat ada dua buah helm berdampingan, ia juga menyebut,

"Dua helm."

Masya Allah, makin pintar ya Nak..

#Harike15
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

















Pasar Kaget di Jalan Lingkar biasanya menjadi salah satu tujuan favorit kami sekeluarga saat akhir pekan. Meskipun hanya dengan berjalan-j...


Pasar Kaget di Jalan Lingkar biasanya menjadi salah satu tujuan favorit kami sekeluarga saat akhir pekan. Meskipun hanya dengan berjalan-jalan sekejap sambil melihat barang-barang unik yang diperjualbelikan di pinggir jalan, ternyata sudah bisa membuat Ibu Fatha bahagia.

Kadang setelah lelah berkeliling, kami berhenti di salah satu kios penjual makanan, kemudian sarapan bersama di sana.

Hari ini, kami berangkat lebih siang dari biasanya karena Ayah harus mengantar Uti terlebih dahulu ke undangan akad nikah kenalannya. Fatha jadi bisa menyempatkan makan pagi sebelum berangkat.

Setelah selesai semua urusan, kami pun berkendara menuju tujuan. Ibu mengajak Fatha berhenti di sebuah arena bermain anak-anak. Awalnya Ibu mengira Fatha akan sangat bersemangat melompat-lompat di dalam playground.

Ternyata perkiraan Ibu meleset. Fatha menarik tangan Ibu dan menunjukkan sebuah kolam berisi ikan plastik yang sedang ramai diperebutkan oleh anak-anak kecil.


Beberapa menit mengamati keramaian di situ, Fatha pun akhirnya tertarik untuk bergabung. Berbekal lima ribu rupiah dari Ibu, Fatha memperoleh sebuah kail, jaring, dan ember plastik.

Fatha pun mulai memancing.

Rupanya ia masih kesulitan meletakkan mata kail bermagnet di ujung mulut ikan-ikan yang diberi sekrup. Seharusnya, magnet pada mata kail akan langsung menempel begitu didekatkan, sehingga ikan tertangkap.

Akhirnya Fatha lebih memilih menggunakan jaring.


Ikan-ikan pun mulai ditangkap seekor demi seekor. Ibu membantunya menghitung jumlah ikan yang terjaring. Setelah ember mulai terisi penuh, Ibu mengajak Fatha mengembalikan ikan ke dalam kolam.

Tantangan Berikutnya, Ibu meminta Fatha menangkap ikan berdasarkan warna yang Ibu sebutkan. Walaupun belum hafal, Ibu berharap Fatha bisa mulai mengenal bermacam-macam warna melalui beragam permainan seperti ini.


Fatha sudah berhasil mengabulkan permintaan Ibu, memilihkan ikan berwarna kuning dan ungu. Yeay! :)

#Harike14
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Judul permainan kami hari ini memang terkesan horor: menaksir volume. Pada kenyataannya, saat dipraktekkan, ternyata menyenangkan. Pagi...

Judul permainan kami hari ini memang terkesan horor: menaksir volume. Pada kenyataannya, saat dipraktekkan, ternyata menyenangkan.

Pagi ini, sebelum mandi, Fatha diijinkan Ibu belajar matematika sembari bermain air.

Ibu sudah menyiapkan satu ember berisi air, mug, cangkir, dan mangkok yang berbeda ukuran. Sebelum menyerahkan gayung ke tangan Fatha, Ibu menjelaskan bahwa ketiga tempat minum tadi berbeda ukuran. Ada yang paling kecil, sedang, dan besar. Kemudian Ibu meminta Fatha menuang air ke dalam wadah satu persatu.

Dimulai dari cangkir yang berukuran paling kecil. Air dalam cangkir kemudian dipindahkan ke dalam mug yang lebih besar. Ternyata isinya belum penuh. Fatha harus menambah lagi air ke dalamnya sehingga terisi penuh. 

Sebaliknya, ketika air dituangkan ke dalam mangkok plastik hingga batas atas, kemudian dipindahkan ke dalam cangkir, ternyata airnya luber. Artinya kemampuan menampung air cangkir lebih sedikit daripada mangkok.




Kami pun bereksperimen dengan wadah yang berbeda. Permainan berakhir saat air di dalam ember habis dan tiba waktunya Fatha mandi.

Rupanya setelah selesai mandi dan berpakaian, Fatha masih merajuk ingin melanjutkan permainan sebelumnya.

"Kakak kan sudah mandi. Sekarang kita ganti airnya dengan bola saja. Main bola yuk," rayu Ibu.

Fatha bersedia.


Kami bermain dengan tiga ukuran wadah plastik. Fatha bertugas memperkirakan seberapa banyak bola yang harus dituang untuk memenuhi wadah besar, sedang, dan kecil.


Beberapa kali Fatha menumpahkan bola keluar wadah.


"Itu artinya tempatnya terlalu kecil, Nak. Coba dikurangi bolanya, atau diganti wadahnya," usul Ibu.


Alhamdulillah hari ini Fatha sudah belajar tentang ukuran kecil, sedang, dan besar.


#Harike13
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Permainan kali ini terinspirasi dari satu kantong karet rambut Ibu yang telah ditumpahkan Fatha ke dalam keranjang mainanannya. Daripada Ib...

Permainan kali ini terinspirasi dari satu kantong karet rambut Ibu yang telah ditumpahkan Fatha ke dalam keranjang mainanannya. Daripada Ibu memintanya langsung membereskannya begitu saja, ada baiknya Ibu menantang Fatha untuk memindahkan karet-karet gelang dengan suatu alat satu persatu.

Kali ini kami memilih cotton buds sebagai alat bantunya.



Segera tangan mungil Fatha beraksi. Ia mulai mencungkil dan memancing satu persatu karet gelang. Setelahnya, ia menghitung perolehan karet-karet gelang di dalam keranjang dengan menjumputnya menggunakan tangan.

Belajar dari metode Montessori, kami memulai dari keranjang hijau berisi karet di sebelah kiri dan memindahkan isinya satu persatu ke dalam keranjang magenta di sisi kanan. Hal ini juga untuk memudahkannya nanti saat mulai belajar membaca, dari urutan kiri ke kanan.

#Harike12
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Permainan hari ini tak sengaja kami temukan. Awalnya Ibu berencana ngemil sembari menemani Fatha bermain spidol. Ternyata Fatha tertarik de...

Permainan hari ini tak sengaja kami temukan. Awalnya Ibu berencana ngemil sembari menemani Fatha bermain spidol. Ternyata Fatha tertarik dengan cemilan Ibu.

Ah iya, yang sedang Ibu hadapi adalah sepiring granola yang terdiri dari oat, kacang almond, kismis, kelapa kering, serta manisan buah.


Fatha tertarik untuk menjumput sedikit demi sedikit isi piring Ibu. Ibu pun terpikir untuk memberikan tantangan kepada Fatha. Bentuk tantangannya adalah memisahkan kacang almond dari bebijian lainnya. Rencana Ibu, setelah tahap pertama ini sukses, kesulitan tantangan ditingkatkan dengan jenis biji yang berukuran lebih kecil.

Ternyata oh ternyata, setelah kacang almond berhasil dikelompokkan, Fatha sudah asyik menyebar biji-biji lainnya ke atas meja. Ibu mengajak Fatha untuk membereskan meja yang berantakan dan melanjutkan permainan, tapi Fatha sudah meminta masuk kamar untuk nenen. Akhirnya Ibu merayu Fatha untuk mengumpulkan granola yang berserakan di atas meja ke dalam cangkir. 

Ibu berkata,

"Kita coba campir granola dengan susu kedelai, Kak. Lalu kita cicip bagaimana rasanya."

Fatha tertarik dan ia mau menjumputi satu persatu biji-biji granola ke dalam cangkir dengan bantuan Ibu.

Hadiahnya adalah ia boleh mencicipi terlebih dahulu susu kedelai plus granola.



#Harike11
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Permainan kami malam tadi terinspirasi dari beberapa barang tak terpakai yang cukup memenuhi tempat. Memanfaatkan kardus sepatu bekas dan ...

Permainan kami malam tadi terinspirasi dari beberapa barang tak terpakai yang cukup memenuhi tempat. Memanfaatkan kardus sepatu bekas dan sedotan warna-warni, Fatha dan Ibu beraksi.

Awalnya Ibu melubangi bagian atas kardus sepatu dengan menggunakan cutter. Fatha sudah bersemangat ingin membantu, namun Ibu alihkan dengan spidol warna-warni. Setalahnya, kami berdua mewarnai bagian tepi lubang dengan spidol yang warnanya sesuai dengan warna sedotan.

Jadilah mainan kami..

Ibu kemudian menjelaskan aturan mainnya pada Fatha. Ia harus mencocokkan warna sedotan dengan warna tepi lubang, lalu sedotan dimasukkan pada lubang tersebut.




Awalnya, permainan berjalan mulus, Fatha meletakkan sedotan pada lubang yang sesuai. Tak berapa lama, ia sudah menemukan ide permainan baru, memperlebar lubang dengan spidol dan jari tangan.


Terakhir, bukan hanya jari, seluruh badan Fatha masuk ke dalam kotak sepatu :))



#Harike10
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Hari Senin, Ibu harus kembali bertugas di luar kota. Sayang sekali Ibu belum mempersiapkan permainan baru untuk Fatha selama ditinggal perg...

Hari Senin, Ibu harus kembali bertugas di luar kota. Sayang sekali Ibu belum mempersiapkan permainan baru untuk Fatha selama ditinggal pergi. Terpaksa Fatha menggunakan mainan yang sudah ada.

Bola-bola warna-warni masih menjadi pilihan Fatha saat bermain. Setelah kemarin ia belajar berhitung dan mengelompokkan bola sesuai warna, hari ini sebenarnya Ibu berencana mengajak Fatha menempelkan bola-bola sesuai warna ke dinding yang sudah diberi dobletape. 

Namun sepertinya rencana tersebut harus ditunda dulu karena Fatha memilih untuk masih tetap bermain dengan keranjang. Kali ini Ibu memberikan tantangan untuk mengombinasikan dengan kemampuan motorik kasarnya. Ibu memegang keranjang, dan Fatha melempar bola sesuai warna keranjang.

Ternyata permainan ini penuh tantangan juga. Fatha masih belum mau bermain sesuai dengan cara yang Ibu inginkan. Akhirnya Ibu mengikuti dulu kemauan Fatha. Ia ingin menyortir bola-bola berdasarkan ketebalan permukaannya. Bola-bola yang menurutnya tipis, ia "buang" ke keranjang yang lebih kecil.

Ibu tetap mengajaknya menghitung jumlah bola yang ia pindahkan ke dalam keranjang setelahnya.


#Harike9
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Bulan Februari adalah bulan vitamin A. Ibu bersemangat mengajak Fatha pergi ke posyandu karena selain mendapatkan jatah vitamin A, jarang-j...

Bulan Februari adalah bulan vitamin A. Ibu bersemangat mengajak Fatha pergi ke posyandu karena selain mendapatkan jatah vitamin A, jarang-jarang posyandu dilaksanakan pada hari libur. Kesempatan untuk Ibu dapat mengantarkan Fatha ke sana.

Pagi-pagi sekali kami sudah bersiap-siap. Fatha sudah dipastikan sarapan dengan kenyang. Buku KIA pun disiapkan. Bahkan Ibu dan Uti sudah melakukan sounding pada Fatha bahwa ia akan diberikan kapsul vitamin A. Bahkan kami sudah melakukan simulasi bagaimana kapsul digunting dan diteteskan ke dalam mulut Fatha. Ibu juga menjelaskan pada Fatha bagaimana ia nanti diukur tinggi dan ditimbang berat badannya.

Kami pun bergegas menuju posyandu. Sesampainya di sana,

Taraaa...

Posyandu ternyata sudah ramai sekali. Kakak-kakak berseragam PAUD telah mengantri. Ibu menyerahkan buku KIA pada petugas. Fatha pun menunggu dipanggil namanya.


Pertama, Fatha ditimbang berat badannya. Tidak seperti biasanya, ia bersedia dipakaikan "gendongan" dan dinaikkan ke atas dacin. Ibu sampai terpesona karena Fatha menurut saja. Bahkan setelahnya, ia minta ditimbang dengan menggunakan timbangan badan orang dewasa :)


Selanjutnya, Fatha diukur tinggi badannya. Karena sudah terbiasa diukur tinggi badannya di rumah dengan menggunakan meteran kain, dengan pedenya Fatha menempelkan tubuhnya di dinding menunggu ibu menarik mistar hingga ke ujung kepalanya. Ia juga mau-mau saja saat diukur tinggi badannya dalam posisi berbaring. Masya Allah, Ibu sampai terharu. Sebab biasanya saat bersama Uti, Fatha akan mencari cara untuk menghindar. Hehehe..


Terakhir, petugas memberikan kapsul vitamin A untuk Fatha. Awalnya beliau sudah menyiapkan kapsul dalam sebuat plastik klip untuk dibawa pulang. Dengan pedenya Ibu meminta untuk diminumkan saja di tempat. Ibu percaya bahwa Fatha bersedia meminumnya tanpa rewel.

Benar saja, Fatha membuka mulutnya, "minum vitamin A", ujarnya.

Alhamdulillah, Ibu bahagia Fatha kooperatif sekali ^^


Sebenarnya sepanjang kegiatan posyandu, Ibu mencari-cari momen belajar matematika bersama Fatha. Rupanya kesempatan belum datang. Akhirnya kami pulang setelah mendapatkan pemberian makanan tambahan alias PMT berupa bubur kacang hijau.

Kesempatan justru datang saat di rumah secara tak sengaja Fatha menumpahkan cotton buds dari kemasannya. Ibu meminta Fatha membereskan sambil menghitung satu per satu jumlahnya.


Meski belum lancar berhitung satu hingga sepuluh, Ibu bahagia karena Fatha sudah mau mencoba. Terima kasih atas usahanya ya Nak :D

#Harike7
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic