Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Setelah 8 minggu berjuang, pekan ini adalah penghujung pertemuan di Kelas Ulat. Kami mendapat tugas untuk mencari buddy , rekan seperjuanga...

Setelah 8 minggu berjuang, pekan ini adalah penghujung pertemuan di Kelas Ulat. Kami mendapat tugas untuk mencari buddy, rekan seperjuangan yang akan menyemangati selama nanti kami berpuasa di Kelas Kepompong.

Sempat terpikir satu nama, rekan satu regional yang juga kawan seperjuangan saat di Bunda Sayang, Mbak Rina Mutiarasari.  Sebelum sempat "melamar"-nya menjadi buddy, rupanya Mbak Rina berpikiran sama, malah beliau lebih dulu menjapri saya. Alhamdulillah, betapa senangnya. Meskipun minat belajar kami berbeda (kami bergabung di keluarga yang tidak beririsan), tapi semoga semangat belajar dan kedisiplinan Mbak Rina menular juga. Hehehe..

Mbak Rina adalah seorang Ibu berputra 2 yang masih berusia balita. Tentunya saya akan banyak belajar, terutama bagaimana menyiasati waktu belajar dan bekerja saat masih marus membersamai Si Kecils.

Aliran rasa Mbak Rina selama mengikuti Bunda Cekatan adalah sebagai berikut:

"Banyak sekali ilmu yang bertebaran. Awalnya Ibu ingin mencari satu demi satu ilmu terlebih dahulu. Dan langsung praktek agar tidak lupa. Tapi sesampainya di sini, ternyata cara mungkin kurang pas karena sesampainya di sini, sudah dapat ilmu dan sudah praktek, juga sembari jalan ambil ilmu dari keluarga Ratu Dapur yang saya ikuti."

"Karena sudah praktek, maka Ibu mulai melirik keluarga yang lain (dan baru belajar di keluarga yang lain). Dan ternyata semua saling tumpang tindih dan berkaitan maka keluarga-keluarga yang saling berkaitan tersebut baru mulai Ibu ikuti dan ambil ilmunya. Banyak sekali, ada parenting, portofolio, coaching, dan Keluarga Cemara. Sedang keluarga manajemen belum Ibu ikuti."

"Apa saja yang didapat:
Banyak sekali, ada food prep, resep-resep, bumbu dasar, frozen food, contoh menu 7/10 mingguan, dan lain-lain. Dan dari keluarga yang baru Ibu ikuti juga sangat banyak, antara lain:
  • Portofolio: mengumpulkan bank data (sudah mulai)
  • Cemara: ilmu lain tentang food prep (sama dengan Ratu Dapur)
  • Cocoa: coaching for kids (baru mulai)
  • Gizi: asupan makanan dan feeding rules (on the way)
  • Homeschooling: tujuan dan bagaimana; kurikulum (baru materi saja)
Hasil

  • Portofolio: mengumpulkan bank data
  • Cemara: mulai mengurangi barang
  • Cooking: food prep; memasak lebih cepat
  • Gizi: berusaha memenuhi gizi meski anak masih picky eater"
"Yang akan diperdalam:
Homeschooling: kurikulum dan upload di sosmed
Cocoa: Hadir, dengarkan, encourage" 

Berdasarkan aliran rasa yang sudah Mbak Rina utarakan, saya mencoba mencari beberapa "makanan" yang semoga bisa menjadi bekal beliau selama menjadi kepompong nanti.



Menyusun Kurikulum Pendidikan di Rumah
(catatan hasil mengikuti kulwap yang saya ikuti, belum sempat diposting)

Menyusun Kurikulum Pendidikan Keluarga

Kurikulum Homeschooling

12 Tips for Coaching Kids: Learn How to Coach Children for Life

Mengikuti Sharing "Parent as Coach, Pendekatan Coaching dalam Pengasuhan Anak Remaja", dari Seorang Coach Profesional

Sepertinya Mbak Rina sudah sempat melahap beberapa artikel di atas lewat hasil intipan saya pada postingan blog-nya. Oh ya, postingan yang dimaksud bisa diintip di alamat ini https://mutiarasaririna.blogspot.com/2020/03/8-kelas-ulat-bekal-untuk-buddyku.html?m=1

Sedangkan aliran rasa saya bisa dilihat di bawah ini



#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Setelah mengumpulkan berbagai makanan selama di kelas Ulat, hari ini saya mencoba menilik kembali peta belajar dan mendaftar kembali makana...

Setelah mengumpulkan berbagai makanan selama di kelas Ulat, hari ini saya mencoba menilik kembali peta belajar dan mendaftar kembali makanan apa saja yang sudah saya dapatkan. Cukup takjub karena dengan berbekal peta belajar, alhamdulillah proses belajar dan mengumpulkan makanan sangat on track. Dua topik yang saya prioritaskan untuk dipelajari sudah berhasil menemukan jalan terangnya. Berikut ini adalah gambaran makanan utama yang sudah saya peroleh selama beberapa minggu berkelana.




  1. Makanan yang sudah diperoleh sangat sesuai dengan kebutuhan. Ada 2 cabang peta belajar yang sedang menjadi fokus belajar saya, yaitu: MANAJEMEN KEUANGAN dan MANAJEMEN GADGET.
  2. Makanan utama lebih banyak saya dapatkan karena fokus pada peta belajar. Salah satu makanan yang saya dapatkan, yaitu mengatasi "tsunami" informasi berhasil membuat saya fokus pada target. Selain itu mantra "menarik tapi tidak tertarik" cukup membuat saya menahan diri pada hal yang penting dulu.
  3. Kebahagiaan belajar di hutan belajar saya dapatkan karena kita dapat memilah sendiri mana-mana yang dibutuhkan. Kejutan-kejutan tak terduga seringkali muncul dari teman-teman lain.
  4. Strategi belajar yang saya anggap berhasil adalah dengan tetap fokus pada peta belajar, serta mencari sebanyak mungkin "ulat" sejenis, yang sedang mencari jenis makanan sama.
  5. Semangat belajar dan kemampuan mengatur waktu menjadi 2 hal yang perlu saya tingkatkan. Masih ada 2 topik yang harus saya pelajari berdasarkan peta tersebut.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu7
#materi7
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Makan "makanan bergizi" tiap pekan menjadi salah satu rutinitas bagi kami para Ulat Bunda Cekatan. Berbekal peta belajar, beberap...

Makan "makanan bergizi" tiap pekan menjadi salah satu rutinitas bagi kami para Ulat Bunda Cekatan. Berbekal peta belajar, beberapa hari lalu kami sudah mengikuti Camping Ground dan berkenalan dengan banyak mahasiswi lain. Pekan ini, saya pun berkunjung ke rumah beberapa orang kawan baru sambil mengantarkan makanan kesukaannya.

Berikut adalah keempat kawan baru yang sudah saya kunjungi:



Keempat kawan baru tersebut adalah:

  • Annisa Fauziah (IP Depok)

Sebelum saya menyapa, Mbak Annisa lebih dulu membawa "hadiah" berupa pengalaman beliau dalam mengatasi "tsunami informasi". Mbak Annisa juga membuat coretan mind map tentang manajemen gadget yang diambil dari artikel di internet
Saya pun memberikan "hadiah balasan" berupa resume Kulwap mengenai KonMari Gadget yang pernah diadakan Teh Chika, Rektor Institut.

  • Kidung (IP Yogyakarta)

Mbak Kidung merupakan anggota keluarga Temanda (Teman Main Ananda). Saya memberikannya oleh-oleh berupa kisah saya membuat amplop lebaran yang bisa dilakukan bersama Si Kecil di rumah.

  • Sally Dewi (IP Bekasi)

Mirip dengan Mbak Kidung, Mbak Sally juga bergabung di Keluarga Temanda. Karena berminat juga di homeschooling, maka saya memberikan bingkisan berupa salah satu postingan saya mengenai Workshop "A" Home Team yang pernah saya ikuti akhir tahun 2018 lalu.
  • Syafi'ah (IP Malang)

Untuk Mbak Syafi'ah yang sedang gemar belajar desain, saya memberikan pula ide membuat amplop lebaran.

Harapannya, oleh-oleh yang saya berikan saat berkunjung ke kawan-kawan baru ini bisa bermanfaat. Aamiin..

#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Pekan kelima kami masih diberikan suguhan parade Go Live di grup Facebook. Kami diberi kesempatan untuk mencicipi cemilan dari ulat-ulat di...

Pekan kelima kami masih diberikan suguhan parade Go Live di grup Facebook. Kami diberi kesempatan untuk mencicipi cemilan dari ulat-ulat di keluarga lain. Selain itu kami para ulat juga diberi kesempatan untuk berkumpul dalam sebuah Camping Ground. 

Cara bermainnya sangat seru. Kami bisa mencari kenalan baru di dalam maupun keluarga kami. Kemudian diskusi akan berlangsung secara personal. Masing-masing akan saling berbagi mengenai keluarga favorit masing-masing. Ada juga yang dengan sukarela membagikan resume cemilannya selama belajar di Kelas Ulat.

Saya memutuskan membagikan nomor Whatsapp saya pada postingan grup Facebook. Alhamdulillah dalam kurun waktu 3 hari, ada 25 Bunda Cekatan yang menghubungi. Senang, karena bertambah 25 orang kawan baru dari berbagai regional lain dan topik belajar yang bermacam-ragam. Berikut adalah ringkasan obrolan dengan kawan-kawan baru yang saya temui.


Jika dikelompokkan, ada 3 keluarga dengan jumlah peserta terbanyak yang baru saja saya kenal. Sesuai peringkat, keluarga tersebut adalah:

1. Keluarga Uluwatu (Manajemen Waktu)
2. Keluarga Inside Out (Manajemen Emosi)
3. Keluarga Teman Main Ananda/Temanda (Bermain Bersama Anak)


Saya sendiri masih memfavoritkan keluarga kecil kami, Manajemen Gadget. Alasan utamanya karena jumlah anggota keluarganya yang sedikit (dari 7 orang sudah bertambah menjadi 29 orang, karena beberapa kenalan baru berminat mencicipi cemilan di keluarga kami). Diskusi jadi berlangsung lebih fokus dan tidak banyak menyita waktu. Alhamdulillah saya mulai bisa menerapkan jam online (di luar waktu kerja, terutama saat di rumah). Konmari gadget pun sudah mulai dapat saya lakukan dengan mengelompokkan aplikasi berdasarkan kategori dan mengeliminasi aplikasi yang tidak urgent digunakan.


Jika divisualisasikan dalam grafik, terlihat bahwa Keluarga Uluwatu memegang peringkat tertinggi dalam hal jumlah teman yang baru saya temukan (9 orang), disusul dengan Keluarga Inside Out (7 orang). Percakapan dengan teman-teman baru ini pun membuat saya mendapatkan ilmu baru. Terlebih karena manajemen waktu merupakan salah satu ilmu yang saya butuhkan dalam peta belajar yang sudah disusun beberapa pekan lalu.

Saya merasa kurang bisa fokus belajar di grup diskusi yang besar. Hal ini juga dibenarkan beberapa kawan saya. Mbak Chitra dari IP Malang juga menyatakan bila ia kurang menyimak diskusi pada grup besar Uluwatu - hanya membaca resume-nya saja, dan lebih merasa nyaman mengikuti diskusi pada grup kecil pilihannya, yaitu manajemen waktu dalam Islam.

Bila dilihat dari regional asal Bunda Cekatan, maka teman baru saya sebagian besar berasal dari:
1. Yogyakarta (4 orang)
2. Kalimantan Selatan (4 orang), dan
3. Malang (3 orang)

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5 
#materi5 
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Pekan keempat Kelas Ulat Bunda Cekatan, saatnya kami melahap makanan besar berupa buah-buah apel yang kami kumpulkan dari sumber ilmu manap...

Pekan keempat Kelas Ulat Bunda Cekatan, saatnya kami melahap makanan besar berupa buah-buah apel yang kami kumpulkan dari sumber ilmu manapun. Tentunya tetap berpegang pada peta belajar ya, supaya tak tersesat. Kami diperbolehkan ngangsu kawruh berpindah-pindah ke keluarga lain untuk mencari ilmu yang lebih luas.

Saya sendiri memilih tetap tinggal di dalam keluarga kecil "Manajemen Gawai" dan mengambil ilmu dari kulwap yang diselenggarakan di grup HIMA regional mengenai "Manajemen Waktu". Kulwap ini memilih narasumber Teh Euis Kurniawati dari IP Surabaya. Beberapa ilmu mengenai mengelola waktu mengerucut menjadi mengelola aktivitas, waktu, dan stress.

Pembatasan penggunaan gawai ternyata tidak sesaklek yang saya bayangkan sebelumnya.
Prinsipnya adalah menjawab pesan ketika sempat, sesuai dengan jadwal online yang sudah ditetapkan sebelumnya.






#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Belajar tak seru jika tidak berada dalam komunitas yang sama. Di minggu ketiga ini, kami dikumpulkan ke dalam 40 keluarga yang seminat. Jen...

Belajar tak seru jika tidak berada dalam komunitas yang sama. Di minggu ketiga ini, kami dikumpulkan ke dalam 40 keluarga yang seminat. Jenis "makanan" yang sama akan memudahkan kami para ulat mencari bekal dan mengunyah ilmu yang sejenis.

Saya bergabung dengan "Keluarga Manajemen Gadget" atau "Keluarga Manajemen Gawai". Dengan Kepala Keluarga Mbak Linda Kurniawati yang sedang menunggu saat-saat persalinan, kemudian diwakili oleh Mbak Novalia Abd. Rahman, diskusi berjalan lancar meski harus menunggu ketujuh ulat mencari waktu yang tepat. Platform diskusi yang kami gunakan adalah Whatsapp Messenger.

Berikut adalah hasil diskusi yang dirangkum dalam sebuah poster:
Kendala yang kami hadapi dalam manajemen gawai di antaranya adalah ketergantungan pada gawai karena: 
  • 1. Sering jadi tempat curhat
  • 2. Muncul ide tulisan sewaktu-waktu, harus segera ditulis. Atau justru ide muncul dari scrolling timeline
  • 3. Tidak enak mengabaikan chat orang lain
  • 4. Tanggung jawab komunitas online/ranah publik
  • 5. Membaca Quran di ponsel, ponsel berlaku sebagai asisten online (agenda/pengingat)


Makanan yang sudah kami dapatkan dan siap dikunyah bersama-sama adalah sebagai berikut:
  • 1) https://www.ibuprofesional.com/amp/gadget-hours-manajemen-online-ibu-profesional
  • 2) https://muslimahgreentrepreneur.wordpress.com/2015/02/19/manajemen-gadget/amp/
  • 3) https://www.facebook.com/groups/komunitasibuprofesional/permalink/570252723546630/
  • 4) https://catatanamandapw.wordpress.com/2018/08/06/kiat-kiat-melakukan-menejemen-gadget-bagi-seorang-ibu/amp/
  • 5) http://duniaattaya.blogspot.com/2015/04/management-gadget.html?m=1
  • 6) https://catatanshinitchan.wordpress.com/2017/11/24/management-gadget/amp/
  • 7) https://www.alona.co.id/lifestyle/cara-mengatur-waktu/


Rencana yang kemudian kami susun untuk dapat menerapkan manajemen gawai dengan baik adalah:
  • 1. Menyusun peruntukan gawai dalam 4 kuadran dan membuat jadwal penggunaannya
  • 2. Meminimalisir penggunaan gawai dengan: mengalihkan agenda/aktivitas di papan jadwal, bukan di gawai; menulis outline tulisan di buku catatan; menyelesaikan naskah di laptop/PC, bukan ponsel
  • 3. Menyusun daftar kegiatan bersama gawai dalam 4 kategori: ranah publik, ranah kebahagiaan, membersamai anak, dan investasi akhirat
  • 4. Membuat jadwal kegiatan di tempat yang mudah terlihat, rlevaluasi dan revisi jika belum selesai
  • 5. KonMari gawai tiap pekan
  • 6. Membuat jadwal online dengan gawai, terutama jadwal online di rumah, lalu menginformasikan pada rekan kerja. Jika perlu, menerapkan NO GADGET di rumah.
  • 7. Uninstall aplikasi yang tidak menunjang produktivitas (misalnya Facebook)
  • 8. Memindahkan dokumentasi dan file penting ke laptop/hard disk external
  • 9. Reward dan punishment


#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch2
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Dari hari ke hari, perkuliahan di Program Bunda Cekatan Ibu Profesional makin terasa seru. Setelah menyimak ilmu baru dari beberapa fasilit...

Dari hari ke hari, perkuliahan di Program Bunda Cekatan Ibu Profesional makin terasa seru. Setelah menyimak ilmu baru dari beberapa fasilitator terpilih, pekan ini kami ditantang untuk berkisah mengenai ilmu yang sudah kami kuasai berdasarkan pertemuan lalu dalam bentuk video atau audio. Sebuah tantangan bagi Ibu Fatha yang seumur-umur belum pernah membuat vlog. Hehehe...



Tapi karena penasaran juga ingin mencoba, akhirnya jadilah video potluck mengenai bagaimana cara mengatur pos pengeluaran keluarga dengan menggunakan expanding folder.  Bagi yang penasaran, bisa langsung meluncur ke video berikut.


Pada prinsipnya, setelah mengidentifikasi pendapatan keluarga, kita perlu merumuskan pos-pos mana saja yang bulan tersebut harus dipenuhi kebutuhannya dari pendapatan yang sudah didapatkan.
Secara umum, kami membagi menjadi 5 pos pengeluaran utama, yaitu:

  1. Belanja rutin, termasuk belanja kebutuhan lauk-pauk bulanan, bensin dan servis alat transportasi, biaya air, listrik, serta pulsa telepon.
  2. Investasi, berupa tabungan pendidikan, tabungan haji, maupun zakat.
  3. Biaya sosialita. Kami menyebutnya demikian, untuk biaya yang harus dikeluarkan jika ada tetangga sakit, punya hajat, atau kepentingan serupa.
  4. Biaya cicilan, jika ada kredit atau hutang yang harus dilunasi.
  5. Dana darurat, biasanya tidak kami utak-atik, namun dimasukkan ke dalam rekening tabungan.
Ketika menyimak beberapa potluck dari mahasiswi lain bertema serupa, saya juga mendapat pencerahan, bahwa pos pengeluaran dalam folder ini dapat dipisahkan dari rekening tabungan maupun ATM. Mengatur pos pengeluaran keluarga merupakan salah satu ikhtiar agar dicukupkan segala kebutuhan keluarga. Aamiin. InsyaAllah.. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch2
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Perencanaan itu seperti magnet. Hal-hal apa saja yang kita impikan akan lakukan, kadang Allah memudahkan kita untuk mewujudkannya. Contohny...

Perencanaan itu seperti magnet. Hal-hal apa saja yang kita impikan akan lakukan, kadang Allah memudahkan kita untuk mewujudkannya. Contohnya seperti yang saya alami pekan lalu. Tak lama berselang setelah peta belajar selesai dibuat, muncul pesan WA di ponsel saya. Isinya adalah undangan dari admin Kuliah Whatsapp mengenai Pengelolaan Keuangan Keluarga dengan narasumber Annisa Steviani dan Windi Widiastuty. Sebelumnya saya mendapatkan informasi kulwap tersebut melalui akun instagram beliau berdua.

Alhamdulillah, betapa Allah telah mempermudah semuanya..

Jadi inilah potluck yang sudah saya dapatkan melalui kulwap tersebut.




Jika dikaji kembali, tema Manajemen Keuangan Keluarga merupakan salah satu topik yang saya putuskan harus segera dipelajari. Berikut gambarannya




Bagi teman-teman yang berminat mengikuti kulwap Teh @annisast dan Mbak @winditeguh seperti di atas, bisa mendaftar melalui tautan berikut. Biaya investasi tidak terlalu mahal, sangat layak untuk diikuti :)

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Masih melanjutkan tema minggu sebelumnya mengenai merdeka belajar , kali ini gambaran proses pembelajaran mulai terlihat nyata. Melalui pet...

Masih melanjutkan tema minggu sebelumnya mengenai merdeka belajar, kali ini gambaran proses pembelajaran mulai terlihat nyata. Melalui peta pikiran alias MindMap, kami diminta membuat peta belajar berdasarkan hasil identifikasi pada telur oranye lalu.


Dicontohkan oleh Pak Dodik, narasumber kami pada pekan keempat, bahwa MindMap dapat disusun berdasarkan topik-topik besar yang ingin kami pelajari. Dari masing-masing topik besar itu, diidentifikasi lagi subtopik apa saja yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran pada topik besar. Gambarannya kurang lebih seperti pada gambar di bawah ini.


Kali ini saya membuat Proyek Belajar berjudul "Raennita's Personal Productivity 101". Tujuan pembelajaran yang direncanakan akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. On track pada jadwal yang sudah dibuat dan disepakati
  2. Menjadi lebih produktif dan efektif dalam beraktivitas
  3. Membuat cashflow keuangan lebih positif
  4. Terampil menggunakan gawai
  5. Saat harus mendelegasikan Si Kecil pada orang lain, delegator dapat memahami dengan baik instruksi yang diberikan
Berikut adalah Peta Belajar yang kemudian saya susun.


Ada 4 topik utama yang saya fokuskan untuk dipelajari, yaitu Manajemen Waktu, Manajemen Gawai, Komunikasi Produktif, serta Manajemen dan Perencanaan Keuangan. Masing-masing topik ini kemudian dijabarkan kembali menjadi subtopik sebagai berikut:
  • Manajemen Waktu:
    • Menyusun daftar kegiatan
    • Analisis waktu
    • Menyusun kandang waktu
    • Refleksi
    • Bullet Journalling
    • Evaluasi
  • Manajemen Gawai:
    • Tujuan penggunaan
    • Time scheduling
    • Gawai untuk produktivitas
    • Manajemen aplikasi
  • Komunikasi Produktif:
    • Kaidah komunikasi produktif
    • Komunikasi efektif
    • Strategi komunikasi produktif
    • Praktek
    • Evaluasi
  • Manajemen dan Perencanaan Keuangan:
    • Evaluasi cashflow
    • Identifikasi pos pengeluaran
    • Tracking
    • Evaluasi



#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Merdeka dalam belajar berarti kita sebagai siswa harus mampu menemukan tujuan belajarnya sendiri secara mandiri. Komitmen pada tujuan haru...

Merdeka dalam belajar berarti kita sebagai siswa harus mampu menemukan tujuan belajarnya sendiri secara mandiri. Komitmen pada tujuan harus selalu dipupuk untuk menjaga semangat belajar tetap menyala. Setelah itu, kita dapat mengidentifikasi ilmu apa yang diperlukan untuk dapat menguasai keterampilan yang sudah ditargetkan pada telur merah yang lalu. Mandiri juga diperlukan dalam menentukan sendiri gaya belajar apa yang paling cocok untuk kita. Setelahnya, refleksi diri diperlukan untuk mengevaluasi apakah perubahan sudah terjadi pada kita sebagai pembelajar.

Tugas kami pada pekan ketiga ini adalah menemukan ilmu apa saja yang diperlukan termasuk bagaimana cara menjemput ilmu yang paling "gue banget". Supaya lebih mudah, kita bisa menggunakan template di bawah ini.



Di bawah ini adalah hasil pencarian saya mengenai cara belajar dan identifikasi ilmu yang dibutuhkan untuk dipelajari:


Tujuan belajar sebelumnya telah saya singgung pada pembahasan tentang telur merah lalu. Dari situ kemudian dapat ditentukan ilmu apa saja yang perlu saya pelajari:
  • Manajemen Waktu
  • Manajemen Gawai
  • Manajemen dan Perencanaan Keuangan
  • Komunikasi Produktif.
Saat ini ada banyak sekali sumber ilmu yang dapat ditemukan, mulai dari buku, artikel ilmiah, seminar, kulwap, bahkan podcast sekalipun. Untuk itu saya akan memilih cara belajar yang memudahkan saya di tengah waktu bekerja. Ketika ada waktu di luar jam kerja, saya dapat mengikuti seminar atau kulwap. Pun ketika sudah menemukan bahan bacaan yang tepat, saya dapat segera mengeksekusi bacaan tersebut. Nah, jika harus mengerjakan tugas rutin, alih-alih mendengarkan musik, saya dapat memilih podcast yang tepat untuk dapat didengarkan secara multitasking.


#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Masih ingat dengan telur-telur hijau yang sudah ditemukan minggu kemarin ? Pekan ini kami melanjutkan identifikasi kebutuhan belajar ...


Pekan ini kami melanjutkan identifikasi kebutuhan belajar yang sudah dimulai dari pencarian telur-telur hijau. Cara kerjanya adalah menentukan keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pemicu kebahagiaan. Setelah membuat daftar kebutuhan, selanjutnya saya mengelompokkan kebutuhan tersebut ke dalam matriks berikut. Ada 4 kelompok berdasarkan tingkat kepentingan dan seberapa mendesak keterampilan tersebut harus dipelajari.


Saya memasukkan keterampilan penting - mendesak dan tidak penting - mendesak ke dalam prioritas yang perlu dipelajari dalam kurun waktu 6 bulan ini.

  • Manajemen gadget/gawai
Selama ini, saya merasa salah satu penghambat produktivitas dan efisiensi pekerjaan adalah penggunaan gawai yang terlalu bertele-tele. Masih susah bagi saya untuk mengerem penggunaannya. Maka dari itu, keterampilan mengenai pemakaian gawai, dalam hal ini smartphone dan laptop, sangat diperlukan. Harapannya, setelah berhasil menemukan waktu dan metode yang tepat, saya dapat menggunakan gawai dengan lebih efekti dan tidak mengganggu aktivitas prioritas. 
  • Manajemen waktu
Mirip seperti gawai, pembagian waktu sehari-hari masih terasa belum pas. Saya sering merasa dikejar deadline, tidak sempat mengerjakan hal-hal penting yang menjadi prioritas. Padahal dasar ilmu ini sebenarnya sudah pernah saya pelajari saat masih di matrikulasi dan Bunsay. Target saya, keterampilan manajemen waktu ini bisa saya kuasai secepatnya, karena sangat berpengaruh pada segala aktivitas harian saya.
  • Manajemen keuangan
Kegiatan mengasah keterampilan dan keahlian yang sudah saya buat daftarnya pada pertemuan lalu membutuhkan biaya. Membelikan buku cerita untuk Si Kecil pun juga perlu diperhitungkan biayanya. Manajemen keuangan untuk kegiatan ini saya golongkan sebagai hal penting untuk tidak mengganggu cashflow keuangan keluarga.
  • Kemampuan mendelegasikan
Sebagai seorang ibu yang bekerja di ranah publik, mendelegasikan sebagian tugas-tugas harian menjadi salah satu hal yang selalu saya lakukan. Memastikan bahwa orang yang diberikan delegasi tugas memahami dan mampu menjalankan sesuai arahan adalah kewajiban saya. Untuk itu keterampilan ini perlu dikuasai.
  • Bullet journalling
Untuk memastikan segala sesuatu berjalan on track, keterampilan bullet journalling atau BuJo juga perlu saya kuasai.




#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Alhamdulillah, akhirnya kami mahasiswi batch #4 berhasil menyelesaikan 12 tantangan program Bunda Sayang IIP beberapa saat yang lalu. Bahag...

Alhamdulillah, akhirnya kami mahasiswi batch #4 berhasil menyelesaikan 12 tantangan program Bunda Sayang IIP beberapa saat yang lalu. Bahagia tentu saja, karena banyak ilmu dan pengalaman baru didapatkan. Mengikuti program Bunsay juga membukakan mata saya, bahwa membersamai anak tidak serumit yang sering saya baca melalui buku-buku atau akun medsos parenting.

Nah, bulan ini, kami mendapat kejutan menyenangkan. Akhirnya kelas Bunda Cekatan atau Buncek, lanjutan program Bunsay sudah resmi diadakan. Bersama ribuan lulusan Bunsay dari 5 batch, kami pun memulai kelas BunCek batch #1 melalui platform Facebook.

Bukan IIP namanya, jika tidak ada kejutan-kejutan di dalamnya. Ibu Septi sendiri bahkan memberikan kuliah pembuka mengenai pengantar Bunda Cekatan. Sistem belajar di program ini diumpamakan sebagai porses metamorfosis kupu-kupu: mulai dari telur, ulat, kepompong, hingga kupu-kupu. Kelas pertama yang kami hadapi selama sebulan pertama ini adalah kelas telur-telur.

Oh iya, karena tagline porgram BunCek Batch #1 ini adalah "Merdeka Belajar", maka kebebasan diberikan pada mahasiswa untuk mencari sendiri cara belajarnya. Mengadaptasi cara belajar anak yang identik dengan empat (4) hal, yaitu: dongeng, main, hadiah, dan kejutan, maka tiap-tiap sesi perkuliahan akan melibatkan keempat hal tersebut. Duh, rasanya sudah tak sabar ingin memulai ya..

Tantangan minggu pertama ini, kami diminta mengidentifikasi aktivitas yang menjadi potensi kekuatan masing-masing. Dengan menggunakan sistem 4 kuadran, saya berhasil menentukan kegiatan yang saya sukai dan mampu dilakukan sebagai berikut.


Setelah saya buka-buka kembali catatan lama, ternyata aktivitas ini tidak jauh berbeda dari kekuatan yang pernah saya temukan melalui ST30. Kegiatan-kegiatan ini pun ternyata membuat mata berbinar dan hati bahagia, terutama saat menggunakannya untuk membersamai Si Kecil.

Dari kegiatan yang sudah teridentifikasi tersebut, saya memilih lima kegiatan sebagai potensi kekuatan saya yang dituangkan dalam lima butir telur hijau, yaitu:


Jadi tak sabar menunggu kelanjutan nasib kelima butir telur ini. Kira-kira tugas apa yang akan kami kerjakan selanjutnya? :D

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional