Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Salah satu kegemaran Fatha saat sedang bermain bersama orang lain adalah bercerita. Jika mendengar berita atau sesuatu yang ia anggap baru,...

Salah satu kegemaran Fatha saat sedang bermain bersama orang lain adalah bercerita. Jika mendengar berita atau sesuatu yang ia anggap baru, semua orang harus tahu. Ia akan mengulang-ulang informasi itu pada orang-orang di sekitarnya.

Misalnya, ketika kemarin sore melihat dua ekor kucing sedang memanjat tembok rumah tetangga, Fatha langsung menyampaikan pada Ibu,

"Bu, ada kucing nangkring," teriaknya.

Ibu mengiyakan sambil ikut menengok ke arah atap rumah tetangga. Rupanya tak puas sampai di situ, saat Uti muncul, Fatha menyampaikan hal yang sama persis. Respon kami adalah tetap menganggap setiap informasi darinya berharga. Jadi kami mengiyakan kata-katanya sambil bertanya, kira-kira apa yang akan dilakukan Si Kucing selanjutnya, ya?

Ah ya, satu lagi kemampuan yang berhasil dikembangkan Fatha adalah melarang Ibu memegang ponsel saat berada di dekatnya. Kemarin, setelah mandi sore, Ibu mengajak Fatha bermain. Ibu senang melihat tingkah laku Fatha yang menggemaskan. Ia menunjukkan pada Ibu gambar berbagai macam kendaraan dan jenis bangunan pada Ibu. Ingin hati Ibu meraih ponsel dan mengabadikan peristiwa itu. Rupanya Fatha menyadari dan langsung berujar,

"Masukkan HPnya, Bu. Masukkan."

Alhamdulillah, Fatha sudah bisa mengekspresikan keinginannya untuk bermain tanpa distraksi bersama Ibu. Setelah meminta maaf, Ibu memasukkan ponsel ke dalam tas dan melanjutkan permainan bersama Fatha.

Alamat makin sulit mendokumentasikan kegiatan Fatha nih. Hehehe..

Selain menceritakan ilustrasi tikar bermain, Fatha juga sudah bisa mendeskripsikan sepakbola berdasarkan foto para pemain sepakbola pada surat kabar. Uti berkisah bahwa setiap pagi, mereka berdua sering berebut koran. Akhirnya Uti memilihkan bagian kabar olahraga untuk diserahkan kepada Fatha agar acara membaca berlangsung damai.


Malamnya, setelah sudah bermain cukup lama dengan satu jenis permainan, Ibu meminta ijin untuk memotret Fatha di atas tikar bermainnya. Fatha mengijinkan. 

Ibu sangat bersyukur karena artinya Fatha sudah mulai memahami waktu berkualitas bersama Ibu. Hal ini yang sering ditekankan Ayah Fatha pada Ibu. Ketika sedang bersama anak, sebisa mungkin tatap matanya sebagai bentuk komunikasi paling efektif. Jangan sampai perhatian teralihkan pada ponsel atau melakukan aktivitas lain yang masih bisa ditunda. Ibu bahagia, Ayah sudah sangat piawai melakukan komunikasi produktif yang kami pelajari bersama di sini.

Kegiatan kami semalam berbonus satu kosakata baru yang Fatha ucapkan dan pahami artinya. Di tengah-tengah ngobrol berdua, Fatha tiba-tiba mengucap,

"Umop."

"Hah, apa itu, Kak? Apa artinya 'umop'?" tanya Ibu penasaran. Fatha terlihat berpikir beberapa saat sebelum akhirnya menjawab,

"Tante Susi, umop. ngiiiiing."

Sontak saya paham dan menimpali,

"Ooh, umub. Airnya umub ya Kak? Airnya mendidih. Air yang dimasak dalam ceret sudah mendidih, lalu ada bunyinya ngiiiing. Betul begitu?"

Fatha mengangguk senang dan mulai bercerita tentang aktivitas merebus air. Umub merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti mendidih. FYI, Tante Susi ada Tante Ibu Fatha. Saat bermain di rumah Yangyut, Fatha sering mendengar bunyi ceret atau cerek tanda air sudah mendidih. Biasanya Yangyut akan mengingatkan Tante Susi untuk mengangkatnya dari atas kompor. Cara mengingatkannya persis seperti yang ditirukan oleh Fatha :)

Jadi, ngobrol berdua kami semalam sudah mengasah kemampuan verbal Fatha dalam ranah interpersonal (bersama Ibu). Fatha bahkan sudah bisa mendefinisikan makna suatu kata dengan tepat.  Dan ternyata tanpa disengaja, Fatha sudah mulai mengenal dua bahasa alias bilingual. Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Alhamdulillah..

#Harike8
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Memiliki kakek yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah membuat kami bisa mengunjunginya tanpa harus menunggu libur panjang. Beberapa mal...

Memiliki kakek yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah membuat kami bisa mengunjunginya tanpa harus menunggu libur panjang. Beberapa malam terakhir, Fatha sering menyebut nama Mbahkung (panggilan sayang untuk kakek, ayah dari Ayah Fatha) dan mengabsen nama para sepupunya. Ayah dan Ibu kemudian mengajak Fatha silaturahim ke rumah Mbahkung.

Kami bertiga naik sepeda motor dan seperti biasa, Fatha tertidur di perjalanan. Sepoi-sepoi angin di perjalanan membuatnya terkantuk-kantuk hingga tertidur pulas. Tak berapa lama setelah tiba, Fatha terbangun dan yang paling membuatnya senang adalah bertemu dengan para sepupu. Ia bisa dengan puas bermain sepeda di jalan depan rumah, memanjat dan menaiki tangga, dan mengamati dinding rumah bertema pemandangan bawah laut. Gambar lumba-lumba, tiram, ubur-ubur, dan hewan laut lain dilukis oleh Pakde Fatha. Fatha merekam dengan baik cerita tentang hewan-hewan bawah laut ini, sebab malamnya ia bisa menceritakan kembali pada Ibu nama-nama mereka.


Di area belakang rumah, ada seekor burung beo yang bertengger. Fatha yang sedang tertarik pada berbagai macam hewan memperhatikan tingkah laku burung dengan seksama. Burung beo milik Paman Fatha ini belum diajari menirukan suara, jadi tidak ada suara-suara manusia yang ia tirukan.

Sepanjang berada di sana, Fatha mengembangkan kecerdasan naturalisnya melalui kegiatan mengenal hewan. Satu ekor hewan sungguhan dan banyak jenis gambar hewan laut. Kecerdasan fisik-kinestetik juga diasah lewat kegiatan naik-turun tangga dan bermain mobil-mobilan. Komunikasi dan interaksi dengan orang lain, yaitu Mbahkung, Om, Tante, serta para sepupu melatih ranah interpersonalnya.

Sepulangnya Fatha ke rumah, ia minta dipijit. Rupanya bukan hanya Ayah dan Ibu yang merasakan pegal-pegal di seluruh badan akibat perjalanan singkat ini. Fatha pun demikian. Akhirnya malam itu kami lalui dengan saling memijat :)

#Harike7
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Anak adalah peniru ulung. Terbukti pada Fatha yang diam-diam memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya. Malam ini ia men...

Anak adalah peniru ulung. Terbukti pada Fatha yang diam-diam memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya.

Malam ini ia mengangkut matras yoga Ibu ke ruang tamu dan menggelarnya di sana. Dengan asyik, ia mulai memasang pose duduk dan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.


Menurut Ust. Harry Santosa dalam Fitrah Based Education, sejak lahir anak telah suka bergerak. Memberinya banyak aktivitas fisik merupakan upaya menumbuhkan fitrah jasmaninya.


Benar saja, Fatha sangat menyukai kegiatan spontan malam ini.

#Harike6
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Hari libur ini, Uti berencana membuat onde-onde untuk cemilan kami semua. Kesempatan bagi kami untuk memberikan media sensory play bagi Fat...

Hari libur ini, Uti berencana membuat onde-onde untuk cemilan kami semua. Kesempatan bagi kami untuk memberikan media sensory play bagi Fatha. Setelah tepung beras dan bahan-bahan lainnya tercampur dan menjadi adonan yang siap dipulung, Fatha dipersilakan untuk bereksplorasi.

Selain adonan biasa berwarna putih, kami sudah menyiapkan pewarna makanan berwarna hijau untuk menarik minat Fatha menguleni si bakal onde-onde. Memang, adonan onde-onde tidak semestinya diuleni berlebihan. Akan tetapi karena tujuan kegiatan ini adalah mengajarkan Fatha bermain "masak-masakan", maka tidak ada patokan pasti cara memasaknya. Hehehe..

Ternyata Fatha masih merasa tidak nyaman menyentuh adonan lengket dan basah. Ia terlihat jijik saat diminta membentuk bulatan-bulatan onde-onde. Berbeda ketika onde-onde sudah selesai digoreng, Fatha dengan wajar memindah-mindahkannya ke dalam wadah. Mungkin lain waktu Ibu akan mengajaknya melakukan sensory play dengan bahan lain yang lebih menarik baginya. Puding atau agar-agar, misalnya.


Ketidaksukaan Fatha membuat onde-onde tidak berarti bahwa Fatha tidak suka aktivitas memasak. Jika pagi hari Ibu atau Uti memasak sarapan dan makan siang, ia selalu terlihat bersemangat mengamati dan mengajukan pertanyaan. Suatu malam menjelang tidur, bahkan Fatha pernah bercerita pada ibu tentang langkah-langkah memasak telur, mulai dari "tuk-tuk", telur dipecah, telur dimasukkan wajan, hingga telur digoreng. Artinya, ada kemungkinan pula Fatha tertarik dengan proses sintesis suatu masakan.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Empat hari pertama tantangan Bunsay Level 7, saya masih memilih melakukan kegiatan spontan bersama Fatha. Tugas kami, orang tuanya hanya me...

Empat hari pertama tantangan Bunsay Level 7, saya masih memilih melakukan kegiatan spontan bersama Fatha. Tugas kami, orang tuanya hanya memerhatikan dan mencatat aktivitasnya.

Ada hal yang menarik kami temui pada hari ini. Fatha begitu semangat merapikan meja dan memberes piring dan gelas yang baru saja kami gunakan saat sarapan. Bahkan pagi sebelum mandi, ia sempat menyikat lantai kamar mandi.


Fatha terlihat begitu serius mengerjakan setiap langkahnya. Jika dilihat dari kesukaannya mengatur dan menata ulang sumber daya, ada kecenderungan Fatha memiliki bakat sebagai arranger.



#Harike4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Memiliki anak usia dini berarti bersiap-siap menjadi Bu Guru PAUD sepanjang waktu. Terlebih saat hari libur, sepanjang hari kegiatan difoku...

Memiliki anak usia dini berarti bersiap-siap menjadi Bu Guru PAUD sepanjang waktu. Terlebih saat hari libur, sepanjang hari kegiatan difokuskan untuk bermain bersama Si Kecil.

Tak perlu ditanya, saat-saat seperti ini adalah momen paling membahagiakan buat para ibu yang bekerja di ranah publik. Menyaksikan senyum dan dan merasakan betul anak hanya ingin bersama Sang Ibu jelas membuat kita merasa spesial.

Pagi tadi, seusai diisi dayanya dengan sarapan, Fatha sudah menyelesaikan satu album lagu anak. Ia menyanyikan sekitar 12 lagu yang saat ini sedang digemarinya:

1. Balonku Ada Lima
2. Topi Saya Bundar
3. Sepeda (Kring Kring)
4. Bintang Kecil
5. Hujan (Tik Tik)
6. Halo-Halo Bandung (meski bukan lagu anak :))
7. Pepaya Mangga Pisang Jambu
8. Kepala Pundak Kaki
9. Naik Kereta Api
10. Naik Delman
11. Hey Tayo
12. Heli 

Lima lagu di antaranya sudah bisa ia nyanyikan sendiri tanpa bantuan (nomor 1, 2, 3, 6, dan 11). Kadang saat iseng, ia akan menyanyikan beberapa judul lagu sekaligus secara medley dengan mencomot satu baris pada masing-masing perwakilan lagu. Hehehe..

Saat-saat Fatha bernyanyi termasuk waktu favoritnya karena ia akan menggunakan wajah, tangan, dan badannya untuk mengekspresikan lagu.

Ekspresi Fatha saat menyanyi bisa disaksikan pada video berikut.



Melalui lagu-lagu anak ini, Fatha mengembangkan kemampuan musikalnya. Tetap bahagia, ya Nak 😍


#Harike3

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua anak dilahirkan hebat. Melihat fase sensitif anak dan hal-hal apa yang sedang menjadi kegemarannya menjadi salah satu cara untuk men...

Semua anak dilahirkan hebat. Melihat fase sensitif anak dan hal-hal apa yang sedang menjadi kegemarannya menjadi salah satu cara untuk mengasah kemampuannya.

Malam tadi, Fatha menunjukkan keinginannya untuk merapikan isi kulkas. Ia membuka sendiri lemari es; mengembalikan botol-botol pada tempatnya; dan menata kotak-kotak Tupperware pada rak secara berurutan warnanya.

Tak cukup sampai di situ, Fatha melanjutkan membereskan mainannya. Berhubung saat ini Fatha sedang gemar-gemarnya bermain bola, kali ini Fatha merapikan bola-bola mainannya dan menempatkannya pada wadahnya. Ibu perhatikan, Fatha senang meniru kegiatan beberes rumah seperti menyapu, mengepel, dan merapikan barang kembali ke tempatnya.

Termasuk ketika secara tak sengaja ia menumpahkan nasi dari dalam piring, Fatha memunguti butir demi butir nasi dan memasukkannya ke dalam kantong kresek untuk dibuang. Memang tidak sampai selesai. Ibu Fatha memaklumi, yang penting ia sudah belajar bertanggung jawab membereskan kesalahannya.





#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Setiap anak yang terlahir hebat. Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal. Setiap anak yang hadir di dunia ini sudah dilengkapi dengan berb...

Setiap anak yang terlahir hebat. Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal. Setiap anak yang hadir di dunia ini sudah dilengkapi dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Tugas orang tua adalah memantaskan diri untuk menjadi fasilitator bagi perkembangan Sang Anak. Orang tua perlu mencari tahu hal-hal apa sajakah yang menjadi kesukaan anak dan hal-hal yang menjadi potensi anak.

Ibu profesional mengajarkan istilah "membuat/meninggikan gunung, bukan meratakan lembah". 

Artinya, Segala hal yang menjadi potensi dan kelebihan anak harus diasah sehingga anak menjadi hebat di bidangnya, bukan justru memaksa anak menguasai hal yang bukan menjadi kelebihan atau passion-nya.

Melalui pendidikan berbasis fitrah, anak diberi kesempatan untuk melakukan sebanyak mungkin aktivitas dan kegiatan. Orang tua mencatat kegiatan mana yang dikerjakan anak dengan bahagia dan mata berbinar-binar. Kegiatan-kegiatan inilah yang nantinya menjadi portofolio anak dan memudahkan orang tua menemukan potensi anak.

Tantangan Bunda Sayang Level 7 mengajak orang tua melakukan aktivitas, permainan, atau proyek keluarga bersama Si Kecil dan mengabadikannya dalam catatan portofolio. Hari pertama, Ibu menemukan Fatha sedang asyik bermain bola bersama Om Irwan. Ibu ingat bahwa bermain bola dan berbagai aktivitas fisik lainnya sedang menjadi kegemaran Fatha. Kesempatan Ibu untuk mengamati baik-baik segala perilaku, ekspresi, dan bahasa tubuh Fatha.


Ibu sering berseloroh pada Fatha, "Kakak suka sekali olahraga atletik ya? Lari-lempar-lompat."

Padahal maksud ibu dalam hati, Fatha sedang dalam fase suka berlari-lari ketika disuruh ibu mandi atau makan; melempar-lempar bola, mainan, atau benda apapun yang ia temukan; serta memanjat perabot dan melompat dari atasnya. Hehehe :)

Kesempatan bagi ibu, menambahkan segala macam kegiatan penuh energi dalam daftar kegiatan Fatha beberapa hari ke depan. Setidaknya ibu sudah menemukan beberapa hal yang Fatha sukai saat ini. Tentunya hal ini perlu diimbangi dengan beberapa macam kegiatan yang juga menuntut konsentrasi dan menstimulus motorik halusnya.

Referensi:
Materi Kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional
Dodik Mardiyanto dan Septi Peni Wulandani. Pandu 45. Panduan Melihat Potensi Kekuatan Anak melalui Beragam Aktivitas. https://www.ibuprofesional.com/product-page/ebook-pandu-45
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Ada yang membuat Ibu bahagia hari ini. Tanpa diinstruksi, Fatha memulai permainannya sendiri, memilah-milah bola berwarna biru :) Ka...

Ada yang membuat Ibu bahagia hari ini. Tanpa diinstruksi, Fatha memulai permainannya sendiri, memilah-milah bola berwarna biru :)



Kalau diingat-ingat lagi, bola adalah salah satu jenis mainan yang sangat disukai Fatha. Ia bisa menggunakannya untuk berbagai macam variasi permainan. Termasuk ketika harus membereskan si bola-bola kecil ini, Fatha amat senang karena diijinkan Ibu melemparkannya masuk ke dalam keranjang. Hehehe

#Harike16
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Bermain dengan air dan cairan masih menjadi sebuah daya tarik bagi Fatha. Ia selalu bersemangat jika diajak bermain air. Kali ini kami ...

Bermain dengan air dan cairan masih menjadi sebuah daya tarik bagi Fatha. Ia selalu bersemangat jika diajak bermain air.

Kali ini kami memberikan kepercayaan padanya untuk menuangkan sendiri susu kedelai ke dalam cangkir untuk diminum. Kami berharap Fatha mengenal konsep volume: bahwa cangkir hanya mampu menampung cairan sesuai dengan ukurannya.


Fatha sudah berhasil meletakkan lubang karton susu persis di atas mulut cangkir. Ia menuang dengan penuh percaya diri.

"Pelan-pelan ya Kak. Sambil dilihat jangan terlalu penuh supaya tidak tumpah," Ayah berpesan.

Ups, rupanya Fatha terlalu bersemangat memiringkan karton susu, sehingga ada sebagian susu yang meluber hingga ke meja.

Fatha berinisiatif menolong kami membersihkan tumpahan susu di atas meja dengan menggunakan tissue.


Terima kasih, Kak :)

Selain belajar menuang dalam takaran yang pas, Fatha juga belajar memindahkan susu kedelai dari cangkir yang satu ke cangkir lainnya dengan menggunakan sendok.


Karena tak sabar, Fatha kemudian menuang seluruhnya dengan cara membalikkan cangkir ke atas cangkir satunya.


Oh iya, selain mengenal volume, hari ini Fatha juga sudah mulai lancar mengenal konsep angka "dua".

Ia sudah memahami bahwa ada dua buah cangkir yang ia mainkan

"Dua cangki(r)," ucapnya.

Pun ketika melihat ada dua buah helm berdampingan, ia juga menyebut,

"Dua helm."

Masya Allah, makin pintar ya Nak..

#Harike15
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

















Pasar Kaget di Jalan Lingkar biasanya menjadi salah satu tujuan favorit kami sekeluarga saat akhir pekan. Meskipun hanya dengan berjalan-j...


Pasar Kaget di Jalan Lingkar biasanya menjadi salah satu tujuan favorit kami sekeluarga saat akhir pekan. Meskipun hanya dengan berjalan-jalan sekejap sambil melihat barang-barang unik yang diperjualbelikan di pinggir jalan, ternyata sudah bisa membuat Ibu Fatha bahagia.

Kadang setelah lelah berkeliling, kami berhenti di salah satu kios penjual makanan, kemudian sarapan bersama di sana.

Hari ini, kami berangkat lebih siang dari biasanya karena Ayah harus mengantar Uti terlebih dahulu ke undangan akad nikah kenalannya. Fatha jadi bisa menyempatkan makan pagi sebelum berangkat.

Setelah selesai semua urusan, kami pun berkendara menuju tujuan. Ibu mengajak Fatha berhenti di sebuah arena bermain anak-anak. Awalnya Ibu mengira Fatha akan sangat bersemangat melompat-lompat di dalam playground.

Ternyata perkiraan Ibu meleset. Fatha menarik tangan Ibu dan menunjukkan sebuah kolam berisi ikan plastik yang sedang ramai diperebutkan oleh anak-anak kecil.


Beberapa menit mengamati keramaian di situ, Fatha pun akhirnya tertarik untuk bergabung. Berbekal lima ribu rupiah dari Ibu, Fatha memperoleh sebuah kail, jaring, dan ember plastik.

Fatha pun mulai memancing.

Rupanya ia masih kesulitan meletakkan mata kail bermagnet di ujung mulut ikan-ikan yang diberi sekrup. Seharusnya, magnet pada mata kail akan langsung menempel begitu didekatkan, sehingga ikan tertangkap.

Akhirnya Fatha lebih memilih menggunakan jaring.


Ikan-ikan pun mulai ditangkap seekor demi seekor. Ibu membantunya menghitung jumlah ikan yang terjaring. Setelah ember mulai terisi penuh, Ibu mengajak Fatha mengembalikan ikan ke dalam kolam.

Tantangan Berikutnya, Ibu meminta Fatha menangkap ikan berdasarkan warna yang Ibu sebutkan. Walaupun belum hafal, Ibu berharap Fatha bisa mulai mengenal bermacam-macam warna melalui beragam permainan seperti ini.


Fatha sudah berhasil mengabulkan permintaan Ibu, memilihkan ikan berwarna kuning dan ungu. Yeay! :)

#Harike14
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

Judul permainan kami hari ini memang terkesan horor: menaksir volume. Pada kenyataannya, saat dipraktekkan, ternyata menyenangkan. Pagi...

Judul permainan kami hari ini memang terkesan horor: menaksir volume. Pada kenyataannya, saat dipraktekkan, ternyata menyenangkan.

Pagi ini, sebelum mandi, Fatha diijinkan Ibu belajar matematika sembari bermain air.

Ibu sudah menyiapkan satu ember berisi air, mug, cangkir, dan mangkok yang berbeda ukuran. Sebelum menyerahkan gayung ke tangan Fatha, Ibu menjelaskan bahwa ketiga tempat minum tadi berbeda ukuran. Ada yang paling kecil, sedang, dan besar. Kemudian Ibu meminta Fatha menuang air ke dalam wadah satu persatu.

Dimulai dari cangkir yang berukuran paling kecil. Air dalam cangkir kemudian dipindahkan ke dalam mug yang lebih besar. Ternyata isinya belum penuh. Fatha harus menambah lagi air ke dalamnya sehingga terisi penuh. 

Sebaliknya, ketika air dituangkan ke dalam mangkok plastik hingga batas atas, kemudian dipindahkan ke dalam cangkir, ternyata airnya luber. Artinya kemampuan menampung air cangkir lebih sedikit daripada mangkok.




Kami pun bereksperimen dengan wadah yang berbeda. Permainan berakhir saat air di dalam ember habis dan tiba waktunya Fatha mandi.

Rupanya setelah selesai mandi dan berpakaian, Fatha masih merajuk ingin melanjutkan permainan sebelumnya.

"Kakak kan sudah mandi. Sekarang kita ganti airnya dengan bola saja. Main bola yuk," rayu Ibu.

Fatha bersedia.


Kami bermain dengan tiga ukuran wadah plastik. Fatha bertugas memperkirakan seberapa banyak bola yang harus dituang untuk memenuhi wadah besar, sedang, dan kecil.


Beberapa kali Fatha menumpahkan bola keluar wadah.


"Itu artinya tempatnya terlalu kecil, Nak. Coba dikurangi bolanya, atau diganti wadahnya," usul Ibu.


Alhamdulillah hari ini Fatha sudah belajar tentang ukuran kecil, sedang, dan besar.


#Harike13
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic